MATARAM.OBORBIMA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong penguatan sektor pariwisata yang tangguh terhadap bencana. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Inception Meeting (kick-off) Program Penguatan Ketangguhan Sektor Pariwisata dan Masyarakat di Kawasan Destinasi Wisata NTB 2026 yang digelar di Hotel Santika, Mataram, Senin.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj..Indah Dhamayanti Putri.SE, M.IP, yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian integral dalam pembangunan sektor pariwisata di daerah.
Dalam sambutannya, ia menyebut NTB sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga upaya mitigasi dan kesiapan masyarakat harus menjadi prioritas utama, khususnya di kawasan destinasi wisata.
“Tangguh bencana tidak boleh hanya menjadi slogan. Masyarakat harus benar-benar paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, mengetahui titik kumpul, serta langkah-langkah pascabencana,” ujarnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional Asia Pacific Alliance for Disaster Management (APAD). NTB, khususnya tiga desa wisata di Kabupaten Lombok Barat, ditetapkan sebagai lokasi pilot project dalam program tersebut.
Wakil Gubernur berharap, implementasi program tidak hanya terfokus di Pulau Lombok, tetapi juga dapat diperluas ke sejumlah destinasi wisata di Pulau Sumbawa.
Selain penguatan infrastruktur mitigasi,
ia juga menyoroti pentingnya kesiapan mental dan sikap masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata.
Menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh kualitas destinasi, tetapi juga oleh keramahan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, Country Director APAD Indonesia, Faisal Djalal, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim, salah satunya di Desa Wisata Batu Kumbung, Lombok Barat.
“Desa Batu Kumbung diharapkan menjadi model desa wisata tangguh bencana yang dapat direplikasi di daerah lain,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut dibangun mulai dari tingkat desa sebagai fondasi utama, guna menciptakan sistem ketangguhan yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manajemen APAD MO Haruka Tomizawa, Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata NTB Chandra Aprinova, serta para kepala desa wisata yang menjadi sasaran program.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sektor pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman, adaptif, dan berkelanjutan di tengah potensi bencana.
