BPBD Helat Pelatihan Prinsip Penanganan Kebencanaan

Ragam138 Dilihat

BIMA,OBORbima – Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Bermitra Dengan Adventist Development And Relief Agency (ADRA) Indonesia, didukung Penuh European Commission Humanitarian Aid (ECHO), Pujiono Center, Plan International Indonesia, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Redr Indonesia, melalui program Locally Led Disaster Preparedness and Protection (LLDPP) Project (Kepemimpinan Lokal Dalam Kesiapsiagaan dan Perlindungan Bencana), Senin (6/9) mengadakan Kegiatan Pelatihan Sistim dan Prinsip Kemanusiaan yang berlangsung selama tiga hari.

Pelatihan dilaksanakan secara hybrid selama 4 hari diikuti total 100 peserta dan dibagi dalam 2 gelombang masing-masing selama dua hari. Sebanyak 7 peserta tatap muka (offline) dan 43 Peserta Tatap Maya (Virtual) perwakilan dari ADRA Indonesia, Perangkat Daerah Terkait dan mitra kerja BPBD yang dipusatkan di PUSDALOPS BPBD Kabupaten Bima.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Safriatna Ach yang memandu pelatihan tersebut mengemukakan, pentingnya kegiatan tersebut dalam membangun kesamaan visi sehingga, bisa saling bersinergi.

LLDPP Project Manager, Aminuddin Magatani dalam pengantarnya mengatakan, Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pegiat kebencanaan dalam menyiagakan diri ketika menghadapi bencana dan ini lebih bersifat normatif.

“Tujuan utama pelatihan untuk menyelamatkan nyawa manusia. Hal ini penting, karena ketika terjadi bencana, jiwa manusia harus dapat diselamatkan, namun karena keterlambatan penangan maka menimbulkan kematian yang sia-sia,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Bima Chandra Kusuma AP saat membuka pelatihan mengatakan, Kabupaten Bima memerlukan sistem dan standar aksi pencegahan bencana yang baik, karena termasuk zona yang beresiko terjadinya bencana, dilihat dari letak geografis dan geologi yang dapat menyebabkan bencana, baik faktor alam, non alam dan manusia.

Dikatakannya, dalam pengurangan risiko bencana, penting membangun aspek saling percaya sebab apabila stakeholder saling percaya dan berkoordinasi dalam melakukan pengurangan risiko, maka penanganan situasi kedaruratan akan lebih optimal.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan fasilitasi ADRA dalam peningkatan kapasitas stakeholder kebencanaan di Kabupaten Bima,” ucapnya.

*RED*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *