KOTA BIMA, OBOR BIMA.ID — Pemerintah Kota Bima terus mematangkan persiapan menghadapi tahapan presentasi kepala daerah dalam rangka penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kota Bima berhasil masuk dalam daftar nominator pada Regional Maluku–Nusa Tenggara dan dijadwalkan mengikuti presentasi secara daring pada Rabu, 4 November 2026, pukul 14.33 hingga 15.03 WITA di hadapan tim penilai Kemendagri.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, M. Hasim, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah mengintensifkan persiapan materi presentasi guna memastikan inovasi yang ditampilkan mampu menggambarkan berbagai terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, persiapan telah dimulai pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memantapkan substansi materi sekaligus memastikan inovasi yang diusulkan memenuhi kriteria penilaian.
“Persiapan dilakukan secara terarah melalui koordinasi dan pendalaman bersama perangkat daerah pengampu inovasi. Kami ingin memastikan materi yang disampaikan benar-benar menggambarkan manfaat nyata inovasi bagi masyarakat serta keberlanjutannya dalam mendukung pembangunan daerah,” demikian disampaikan dalam siaran pers tersebut.
Pemantapan materi dilaksanakan pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan melibatkan pimpinan OPD pengampu urusan wajib pelayanan dasar. OPD yang inovasinya berpotensi menjadi inovasi unggulan akan dilibatkan dalam pendalaman berbagai aspek penilaian, mulai dari kebaruan, kemanfaatan, implementasi, kolaborasi, hingga keberlanjutan inovasi.
Sesuai ketentuan Kemendagri, presentasi kepala daerah akan mencakup strategi penguatan ekosistem inovasi daerah serta pemaparan dua inovasi unggulan, masing-masing satu inovasi berbasis digital dan satu inovasi non-digital.
Inovasi yang dipresentasikan harus memenuhi persyaratan pelaporan dan registrasi pada aplikasi Indeks Inovasi Daerah Kemendagri serta sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
Adapun tema inovasi unggulan mencakup pertumbuhan ekonomi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penurunan angka pengangguran, dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, terdapat tema pilihan yang berkaitan dengan urusan pelayanan dasar, meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum dan penataan ruang, hingga perumahan dan kawasan permukiman.
Materi presentasi juga akan menyoroti komitmen kepala daerah dalam mendorong inovasi, manajemen pengelolaan inovasi, kesesuaian inovasi dengan isu strategis daerah, strategi keberlanjutan, serta dampak dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, presentasi dibatasi maksimal 10 slide, dengan alokasi waktu 15 menit untuk pemaparan materi dan 15 menit untuk sesi tanya jawab bersama tim penilai.
Pemerintah Kota Bima berharap seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan optimal melalui sinergi dan kolaborasi lintas perangkat daerah. Dengan demikian, inovasi yang ditampilkan tidak hanya memenuhi aspek administratif penilaian, tetapi juga menunjukkan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Keikutsertaan Kota Bima sebagai nominator IGA 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah sekaligus memperkenalkan berbagai terobosan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kota Bima berharap seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan presentasi pada 4 November mendatang dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Bima,” demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, M. Hasim, dalam siaran persnya.
