BIMA, OBOR BIMA.ID — Pemerintah Kabupaten Bima terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Selasa Menyapa. Dalam kegiatan Ngopi Bareng Selasa Menyapa di Kecamatan Soromandi, pemerintah daerah menyalurkan beragam bantuan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, penanganan stunting, serta peningkatan kebersihan lingkungan.
Bupati Bima, Ady Mahyudi, menegaskan bahwa berbagai bantuan yang disalurkan bukan sekadar bentuk kepedulian sesaat, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan mengatasi persoalan mendasar yang dihadapi warga.
Menurut Bupati, bantuan berupa peralatan pengolahan pangan, mesin penggiling jagung, hingga paket ayam petelur diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok masyarakat dan keluarga penerima manfaat, khususnya di Desa Lewintana dan Desa Bajo.
“Bantuan alat pengolahan pangan, mesin penggiling jagung, hingga paket ayam petelur ini kita harapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok masyarakat dan keluarga. Ini adalah instrumen pemberdayaan agar warga kita di Desa Lewintana dan Bajo bisa lebih produktif dan mandiri secara ekonomi,” ujar Ady Mahyudi.
Ia juga menekankan pentingnya penanganan stunting dan gizi kurang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah memberikan dukungan melalui penyaluran Paket Makanan Tambahan (PMT) serta bantuan sarana Dapur Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Program tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Wabup Tekankan Kebersihan Lingkungan
Sementara itu, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan seluruh fasilitas bantuan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Penyerahan enam tong sampah terpilah menjadi salah satu langkah konkret untuk mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, baik di lingkungan rumah tangga maupun fasilitas umum.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah melalui program Selasa Menyapa ini benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan. Bantuan tong sampah pilah yang diserahkan hari ini, misalnya, adalah langkah awal membangun kesadaran kolektif pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya,” ungkap Irfan Zubaidy.
Wabup juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat bantuan yang telah diserahkan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Beragam Bantuan untuk Kebutuhan Masyarakat
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima menyalurkan sejumlah bantuan yang menyasar kebutuhan ekonomi, pangan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan.
Bantuan yang diserahkan meliputi sarana pendukung Dapur B2SA berupa panci, wajan, baki, serokan, dan sutil. Selain itu, tersedia peralatan pengolahan pangan lokal, seperti kompor gas dan oven, serta mesin penggiling jagung untuk mendukung pengembangan potensi komoditas unggulan masyarakat.
Pemerintah daerah juga menyalurkan Paket Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung penanganan gizi kurang dan pencegahan stunting, serta paket bantuan pangan bagi masyarakat kategori rawan pangan di Desa Lewintana dan Desa Bajo.
Untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, diserahkan pula paket ayam petelur yang dilengkapi pakan dan obat-obatan.
Sementara dalam bidang kebersihan lingkungan, sebanyak enam tong sampah terpilah disalurkan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat masyarakat.
Melalui program Selasa Menyapa, Pemerintah Kabupaten Bima berharap berbagai bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran, meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
#OB.12#
