Gubernur Iqbal Bidik Senggigi Mendunia, Revitalisasi Pasar Seni Masuk Tahap Persiapan

Pemerintahan39 Dilihat

LOMBOK BARAT, OBOR BIMA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong kebangkitan pariwisata Senggigi melalui rencana revitalisasi Pasar Seni Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Proyek yang mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp81 miliar itu ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.

Revitalisasi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan Senggigi sebagai salah satu destinasi unggulan NTB sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, pada 27 Juli 2026 menyampaikan bahwa kawasan Pasar Seni Senggigi akan ditata dengan konsep modern dan ikonik. Bahkan, ia berharap kawasan tersebut dapat menjadi Sydney Harbour-nya Lombok, merujuk pada kawasan pelabuhan ikonik di Australia.

“Harus ikonik. Saya ingin ini menjadi Sydney Harbour-nya Lombok,” demikian gagasan yang disampaikan Iqbal sebagaimana diberitakan sejumlah media lokal.

Anggaran Rp81 Miliar, Tender Ditargetkan Akhir 2026

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan anggaran Rp81 miliar untuk mendukung revitalisasi kawasan tersebut. Sementara itu, Pemprov NTB bertanggung jawab menyiapkan desain dan dokumen teknis sebagai bagian dari persiapan pembangunan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah daerah pada akhir Juli 2026, proses tender direncanakan berlangsung pada akhir tahun ini, sedangkan pekerjaan fisik ditargetkan dimulai pada awal 2027.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nuraulia, sebelumnya juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang menyiapkan dokumen readiness criteria atau persyaratan kesiapan proyek sebelum memasuki tahap pengadaan.

Pemenuhan persyaratan tersebut menjadi salah satu tahapan penting agar proyek dapat berjalan sesuai perencanaan.

Bukan Sekadar Pasar, tetapi Ikon Baru Senggigi

Konsep revitalisasi Pasar Seni Senggigi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang publik multifungsi yang menggabungkan aktivitas perdagangan, kuliner, rekreasi, dan pariwisata.

Sejumlah fasilitas yang direncanakan meliputi area usaha UMKM, pelataran terbuka, pusat kuliner, serta fasilitas pendukung aktivitas wisata. Penataan bangunan dan fasilitas yang sudah ada juga akan disesuaikan dengan desain baru.

Dengan konsep tersebut, Pasar Seni Senggigi diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi wisatawan untuk berbelanja produk lokal, menikmati kuliner, menyaksikan atraksi budaya, sekaligus menghabiskan waktu di kawasan wisata.

Kehadiran ruang usaha yang lebih tertata juga diharapkan membuka peluang bagi pedagang dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk meningkatkan pendapatan.

Menggerakkan Ekonomi Rakyat dan Pariwisata

Revitalisasi Pasar Seni Senggigi memiliki arti penting bagi upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan wisata yang telah lama dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.

Apabila direalisasikan sesuai rencana, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu simpul aktivitas wisata yang menghubungkan berbagai destinasi di Pulau Lombok, termasuk Kota Tua Ampenan, kawasan Senggigi, hingga jalur wisata menuju gugusan Gili dan Lombok Utara.

Dampak yang diharapkan tidak hanya berupa perubahan wajah kawasan, tetapi juga peningkatan kunjungan wisatawan, tumbuhnya transaksi perdagangan, serta terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Meski demikian, keberhasilan revitalisasi nantinya akan sangat ditentukan oleh kualitas pembangunan, pengelolaan kawasan, keberpihakan kepada pedagang lokal, serta kesinambungan program promosi pariwisata.

Menanti Babak Baru Senggigi

Revitalisasi Pasar Seni Senggigi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat daya saing pariwisata NTB di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat.

Masyarakat kini menantikan realisasi rencana tersebut, mulai dari penyelesaian persyaratan proyek, proses tender, hingga pelaksanaan pembangunan fisik.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang berkelanjutan, Pasar Seni Senggigi diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan baru yang menarik secara visual, tetapi juga ruang ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kebangkitan Senggigi pada akhirnya bukan hanya tentang membangun kawasan yang lebih modern, melainkan memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.

#OB.16#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *