Rompo Bersiap Jadi Kampung Nelayan Modern, Bupati Bima Letakkan Batu Pertama

Pemerintahan33 Dilihat

BIMA.OBORBIMA.ID  — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kabupaten Bima resmi dimulai. Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan Bupati Bima Ady Mahyudi di Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kamis (8/10/2026).

Momentum tersebut menjadi awal pembangunan kawasan yang diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi permukiman masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi penggerak baru perekonomian berbasis kelautan dan perikanan di Kabupaten Bima.

Dalam sambutannya, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan bahwa KNMP merupakan program strategis yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti pada penyediaan infrastruktur fisik semata, tetapi harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Program ini tidak sekadar menata fisik permukiman nelayan agar lebih layak dan produktif. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun ekosistem ekonomi perikanan yang terintegrasi, mulai dari penangkapan, pendaratan, penyimpanan hingga pemasaran hasil laut,” tegasnya.

Bupati mengatakan, keterpaduan seluruh rantai usaha tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, sekaligus membuka peluang tumbuhnya pusat ekonomi baru di kawasan pesisir.

Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan, Ady Mahyudi menekankan tiga hal penting.

Pertama, memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah dan aparat. Kedua, memastikan kualitas dan akuntabilitas pekerjaan sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar mutu. Ketiga, meminta masyarakat penerima manfaat memiliki komitmen bersama untuk menjaga serta merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun.

“Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat harus berjalan bersama agar pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Bupati berharap KNMP Desa Rompo nantinya mampu berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Kabupaten Bima.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Suraji, SH, menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan integritas dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Ia menyebut terdapat tiga prinsip utama yang wajib menjadi perhatian dalam pembangunan KNMP, yakni pemenuhan mutu material dan struktur bangunan sesuai spesifikasi teknis, kepatuhan terhadap ketentuan pengadaan serta integritas administrasi, dan penyelesaian pekerjaan secara tuntas tanpa meninggalkan persoalan teknis, sosial maupun hukum.

“Keberhasilan proyek Desa Rompo menuntut profesionalisme PT Daffa serta dukungan penuh pemerintah dan masyarakat. Pengawasan bersama akan memastikan infrastruktur terbangun dengan baik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” jelas Suraji.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Tajudin, SH, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa terealisasinya program KNMP di Desa Rompo tidak terlepas dari proses panjang, mulai dari pengusulan program, pembahasan di tingkat pemerintah pusat hingga akhirnya dapat direalisasikan di Kabupaten Bima.

Menurutnya, Bupati Bima memberikan perhatian khusus terhadap proses pengusulan hingga realisasi program tersebut.

Tajudin menjelaskan, salah satu persyaratan penting dalam menghadirkan program KNMP di tingkat desa adalah kesiapan lahan.

Lahan yang disiapkan harus memenuhi sejumlah kriteria dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Acara groundbreaking tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bima, Tim Balai Besar Penangkapan Ikan Kementerian KKP RI, para kepala perangkat daerah, Camat Langgudu Syaikhu, SH, M.Si, unsur Muspika, jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima serta masyarakat setempat.

Dimulainya pembangunan KNMP Desa Rompo diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan nelayan yang lebih tertata, produktif dan mandiri, sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Bima.

#OB.004#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *