BIMA.OBORBIMA.ID — Pemerintah Kabupaten Bima menerima kunjungan dan penyampaian aspirasi dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Bima dalam sebuah audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Rabu (30/9).
Audiensi tersebut diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim, M.Si. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog dan membahas sejumlah persoalan yang dinilai penting bagi pembangunan daerah.
SMI menyampaikan beberapa catatan, mulai dari sektor pertanian, pembangunan infrastruktur hingga kondisi pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Dalam bidang pertanian, mahasiswa meminta pemerintah segera mempercepat penyusunan aturan teknis sebagai tindak lanjut Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Regulasi tersebut dinilai penting agar implementasi perlindungan dan pemberdayaan petani dapat berjalan lebih maksimal.
Menanggapi hal itu, Agus Salim menyampaikan bahwa Pemkab Bima akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengkaji serta menyempurnakan regulasi teknis yang dibutuhkan.
“Aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan perangkat daerah terkait untuk dikaji dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Persoalan infrastruktur juga menjadi salah satu agenda pembahasan. SMI mendorong adanya evaluasi sekaligus percepatan pembangunan jalan dan jembatan yang masuk dalam program tahun anggaran 2025–2026.
Sementara di sektor pendidikan, perhatian khusus diberikan terhadap keberadaan sekolah SD/SMP Satu Atap di wilayah 3T. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memberikan perhatian terhadap perlindungan dan keselamatan tenaga pendidik.
Menanggapi informasi mengenai 20 sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan, Sekretaris Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, H. Fatahurrahman, S.Pd., mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sekolah di lapangan sekaligus mencocokkan data dengan informasi yang tercatat dalam sistem Dapodik.
Pemkab Bima menilai penyampaian aspirasi melalui dialog dan kajian merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.
Agus Salim menegaskan, seluruh masukan yang disampaikan SMI akan menjadi bahan koordinasi lintas perangkat daerah agar berbagai persoalan pembangunan dapat ditangani secara terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.
#OB.004#
