Siswa Sudah Bergerak, DPRD Bima Minta Pemkab Jangan Tinggal Diam Soal Jalan Rusak

Headline17 Dilihat

BIMA.OBORBIMA.ID  — Ada cara berbeda yang dilakukan siswa SMAN 2 Wera dalam menyikapi kondisi jalan rusak yang setiap hari mereka lewati.

Bukan hanya mengeluh, para siswa bersama guru dan staf tata usaha memilih turun langsung melakukan perbaikan secara gotong royong.

Aksi tersebut menjadi bagian dari Project Based Learning (PjBL), sekaligus bentuk kepedulian siswa terhadap persoalan yang ada di lingkungan sekitar sekolah.

Keresahan akibat kondisi ruas jalan Tawali–Nunggi–Bala–Ntoke menjadi awal munculnya gerakan tersebut.

Jalan yang rusak dan menjadi akses aktivitas masyarakat serta perjalanan siswa ke sekolah mendorong mereka untuk mencari solusi sederhana yang bisa dilakukan.

Para siswa kemudian mengumpulkan material dan membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang bersedia membantu. Dukungan juga datang dari Kepala Desa Nunggi sehingga kegiatan perbaikan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Bagi para siswa, kegiatan itu bukan sekadar memperbaiki jalan. Mereka belajar bahwa pendidikan tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas.

Persoalan nyata di lingkungan justru menjadi kesempatan untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab dan mengambil tindakan.

Aksi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Ibnu Hajar SH.
Ia menilai langkah siswa SMAN 2 Wera merupakan contoh positif bagaimana dunia pendidikan dapat melahirkan kepedulian sosial.

Menurut Ibnu, siswa telah menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu berbicara tentang persoalan lingkungan, tetapi juga berani mengambil bagian dalam mencari solusi.

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini meminta agar aksi siswa tersebut tidak menjadi alasan pemerintah daerah untuk mengabaikan persoalan infrastruktur.

Ibnu mendorong Pemkab Bima melalui dinas teknis terkait segera turun melihat langsung kondisi jalan lintas Tawali, Nunggi, Bala hingga Ntoke dan mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Saya dorong Pemkab Bima melalui dinas teknis segera melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganannya,” kata Ibnu, Senin (28/9/2026).

Ia menegaskan, apa yang dilakukan siswa harus menjadi pengingat bahwa persoalan jalan bukan hanya menyangkut akses menuju sekolah, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

“Siswa sudah menunjukkan kepedulian dengan tenaga dan kemampuan mereka. Kini giliran pemerintah memastikan jalan yang menjadi akses masyarakat tersebut mendapat penanganan yang layak,”ujarnya.

#OB.002#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *