KOTA BIMA.OBORBIMA.ID β Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pariwisata kembali mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui Lawata Fashion Week 2026, Sabtu (12/9/2026).
Ajang peragaan busana yang mengangkat tenunan khas Bima tersebut menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bima kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Lawata Fashion Week 2026 tidak sekadar menghadirkan pertunjukan fesyen. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Bima untuk menjadikan tenunan Bima sebagai produk kreatif yang bernilai estetika, memiliki daya saing, sekaligus mampu mendukung promosi pariwisata daerah.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., hadir bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Dikpora, Kepala Dinas Kominfotik, para camat dan lurah, Ketua TP PKK Kota Bima, Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota, Ketua IWP Kota Bima, para desainer, serta peserta fashion show.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima mengapresiasi Dinas Pariwisata yang telah menghadirkan ruang kreativitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, Lawata Fashion Week merupakan momentum penting untuk membuktikan bahwa Kota Bima memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan mampu mengolah warisan budaya menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi.
βIni merupakan panggung kreativitas, panggung budaya, dan panggung seni bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya,β ungkap Wali Kota.
Ia menegaskan, tenunan Bima harus terus dikembangkan agar tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman dan masuk ke industri fesyen yang lebih luas.
Wali Kota berharap para desainer lokal dan generasi muda yang terlibat dalam Lawata Fashion Week terus mengasah kemampuan.
Ia ingin karya-karya berbahan tenunan Bima suatu saat mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Diikuti 112 Peserta
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima,: H. Sukarno, SH selaku penyelenggara menjelaskan, Lawata Fashion Week 2026 diikuti 112 peserta yang merupakan siswa-siswi LKP Kota Bima.
Para peserta menampilkan berbagai kreasi busana dengan menjadikan tenunan khas Bima sebagai bahan dasar.
Dari jumlah tersebut, 57 peserta berasal dari tingkat sekolah dasar, 42 peserta wanita dewasa, dan 13 peserta pria dewasa.
Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran peserta Sail to Indonesia, termasuk sejumlah wisatawan mancanegara dari Swedia, Inggris, New Zealand dan negara lainnya.
Kehadiran para wisatawan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperlihatkan secara langsung kekayaan budaya, kreativitas dan produk fesyen berbasis tenunan Bima kepada dunia internasional.
Budaya Bukan Sekadar Warisan
Pemerintah Kota Bima berharap pengembangan tenunan melalui industri fesyen dapat membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif, desainer, pengrajin dan generasi muda.
H. Sukarno juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan destinasi wisata serta kekayaan budaya yang dimiliki Kota Bima.
Menurutnya, pariwisata dan budaya merupakan aset daerah yang apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas Kota Bima.
Lawata Fashion Week 2026 pun menjadi pesan bahwa tenunan Bima tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu. Dengan kreativitas generasi muda, tenunan dapat menjelma menjadi karya fesyen yang membawa identitas Bima semakin dikenal di tingkat nasional hingga dunia.
#OB.001#
