KABUPATEN BIMA, OBORBIMA.ID – Dedikasi tanpa mengenal lelah selama kurang lebih 10 tahun mengantarkan dr. Fety Rahmawati, dokter di Puskesmas Wera, Kabupaten Bima, meraih Juara II Tenaga Medis Dokter Teladan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nomor 800.1.2/819/SDK/VII/2026 tentang Pemberian Penghargaan bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.
Dalam penilaian tersebut, dr. Fety memperoleh nilai 84,3, menjadikannya salah satu dokter terbaik di tingkat provinsi.
Saat dikonfirmasi Obor Bima, Jumat (7/8/2026), dr. Fety Rahmawati mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.
Menurutnya, capaian tersebut bukan semata-mata prestasi pribadi, melainkan hasil kerja keras seluruh tim di Puskesmas Wera yang selama ini berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Ini bukan hanya pencapaian saya pribadi, tetapi juga hasil kerja sama seluruh tim Puskesmas Wera yang selama ini selalu mendukung setiap program pelayanan kesehatan,” ujar dr. Fety.
Ia menuturkan, salah satu program yang menjadi fokus pengabdiannya adalah pelayanan kesehatan jiwa yang telah dirintis sejak sekitar 10 tahun lalu. Program tersebut hadir untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Menurut dr. Fety, membangun pelayanan kesehatan jiwa di daerah bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain menghadapi kondisi geografis yang cukup sulit, masih kuatnya stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa menjadi tantangan tersendiri.
“Awalnya memang tidak mudah. Kami harus melakukan pendekatan kepada keluarga dan masyarakat agar mereka memahami bahwa pasien gangguan jiwa juga memiliki hak untuk mendapatkan pengobatan dan didampingi hingga pulih. Perlahan-lahan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh,” ungkapnya.
Selama menjalankan program tersebut, dr. Fety bersama tim Puskesmas Wera rutin melakukan kunjungan ke desa-desa terpencil untuk memantau kondisi pasien, memastikan kepatuhan minum obat, memberikan edukasi kepada keluarga, hingga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat dalam proses rehabilitasi sosial pasien.
Ia berharap pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Bima terus mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun masyarakat, sehingga seluruh pasien dapat memperoleh pelayanan yang layak tanpa diskriminasi.
“Harapan saya, pelayanan kesehatan jiwa semakin kuat dan menjangkau seluruh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Dukungan keluarga dan masyarakat sangat penting agar pasien bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” tuturnya.
Penghargaan yang diraih dr. Fety Rahmawati menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan dan konsistensi mampu menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Prestasi tersebut sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bima di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat serta menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik hingga ke pelosok daerah.
#OB.001#
