Kekeringan Mengintai Bima, Pemkab Bentuk Strategi Penanganan Terpadu

Pemerintahan210 Dilihat

BIMA.OBORBIMA.ID  – Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bima. Menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkuat fenomena El Niño, Pemkab Bima bergerak cepat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (6/8/2026).

Rakor dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim, M.Si, didampingi Plt. Sekretaris BPBD Hardiansyah, S.ST., M.Eng, serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, M. Nurul Huda, ST., MT. Agenda utama pertemuan adalah memetakan daerah rawan, memperbarui data kebencanaan, serta menyusun langkah cepat dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Dalam arahannya, Agus Salim meminta seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa tidak menunggu bencana semakin meluas sebelum bertindak. Ia menegaskan, kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami meminta seluruh kepala desa mengimbau masyarakat untuk menjaga wilayahnya dari potensi kebakaran hutan dan lahan. Pastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terpenuhi dengan baik. Segera bentuk tim khusus agar penanganan bisa dilakukan secara terpadu dan menyeluruh,” tegas Agus Salim.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima menunjukkan ancaman yang dihadapi tidak bisa dianggap remeh. Sebanyak 40 desa di 13 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan, dengan jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 8.665 kepala keluarga atau 27.343 jiwa.

Sebagai langkah awal, BPBD bersama instansi terkait telah mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami krisis air. Namun, pemerintah menilai penyaluran bantuan saja tidak cukup tanpa dukungan seluruh pihak dalam upaya pencegahan.

Melalui rakor tersebut, seluruh perangkat daerah sepakat memperkuat koordinasi, mempercepat respons lapangan, dan membagi tugas sesuai kewenangan masing-masing agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.

Pemkab Bima juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, serta mengajak para petani menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Dengan ancaman El Niño yang masih berlangsung, kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kekeringan dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bima.

#OB.005#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *