KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Pemerintah Kota Bima terus memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pengembangan usaha ekonomi produktif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Perempuan Kota Bima Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Hj. Suharni, S.E., di Aula SMKN 3 Kota Bima, Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima beserta jajaran, perwakilan TP PKK Kota Bima, narasumber, fasilitator, serta peserta pelatihan yang berasal dari berbagai kelompok usaha perempuan.
Kepala DP3A Kota Bima dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan.
Menurutnya, meskipun kondisi fiskal daerah masih terbatas, program pemberdayaan perempuan tetap menjadi prioritas karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta daya saing usaha sehingga dapat mengembangkan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesra, Kemasyarakatan, dan SDM, Hj. Suharni, S.E., menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi keluarga. Karena itu, peningkatan kemampuan berwirausaha menjadi salah satu investasi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Kehadiran pelaku usaha baru, khususnya usaha mikro yang dikelola perempuan, menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Hj. Suharni juga mengajak para peserta agar menjadikan pelatihan ini sebagai awal untuk terus mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran, serta membangun jejaring usaha yang lebih luas.
Selain itu, ia mengharapkan adanya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pendampingan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar bagi perempuan pelaku usaha.
Di akhir sambutannya, Hj. Suharni secara resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Bagi Perempuan Kota Bima Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan perempuan-perempuan wirausaha yang tangguh, inovatif, berdaya saing, serta berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi keluarga dan mendukung pembangunan Kota Bima.
