KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Pemerintah Kota Bima bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima menggelar kegiatan NGIBAR (Ngisi Bareng) Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Kota Bima, Syarif Rustaman, S.Sos., M.AP, mewakili Wali Kota Bima, didampingi Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti, S.ST., M.Si, serta dihadiri perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik), Bagian Ekonomi Setda Kota Bima, dan sejumlah perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Bima.
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Kota Bima menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah dan nasional.
Menurutnya, data yang akurat, lengkap, dan berkualitas menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran serta menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan instrumen penting untuk memetakan potensi ekonomi, mengidentifikasi tantangan, serta menentukan arah pembangunan daerah yang lebih terukur. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan dukungan seluruh pihak agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Syarif Rustaman.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya data statistik sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil Sensus Ekonomi nantinya diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan program pembangunan, penguatan sektor usaha, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mewakili Wali Kota Bima, Syarif Rustaman turut menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Bima atas sinergi yang terus terjalin dalam mendukung penyediaan data statistik yang kredibel dan terpercaya bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti, S.ST., M.Si, dalam paparannya menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk perkembangan berbagai sektor usaha yang menjadi penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi memerlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
“Kami berharap melalui kegiatan NGIBAR ini dapat terbangun kesamaan persepsi dan pemahaman terkait pentingnya data yang akurat, lengkap, dan berkualitas. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” jelas Tuti Juhaeti.
Ia menambahkan, di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, kebutuhan terhadap data yang valid dan terpercaya menjadi semakin penting. Oleh karena itu, dukungan seluruh instansi pemerintah sangat diperlukan guna menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kegiatan NGIBAR berlangsung secara interaktif melalui sesi sosialisasi, diskusi, dan pendampingan pengisian data. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kota Bima dan BPS Kota Bima dalam menghadirkan data ekonomi yang akurat, terpercaya, dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
#OB.008#
