KABUPATEN BIMA.OBORBIMA.ID — Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima kini memasuki tahap krusial. Sebanyak 10 nama calon pimpinan hasil seleksi daerah tengah dinantikan untuk segera diajukan ke BAZNAS RI sebagai bagian dari tahapan akhir penentuan.
Seleksi ini menjadi sorotan publik, mengingat posisi pimpinan BAZNAS dinilai strategis dalam mengelola dana umat yang menyangkut kepercayaan masyarakat secara luas. Transparansi, integritas, dan profesionalitas menjadi tuntutan utama terhadap para kandidat yang akan memimpin lembaga tersebut.
Sejumlah pihak berharap proses ini tidak sekadar formalitas administratif, melainkan benar-benar menghasilkan figur yang memiliki kapasitas, komitmen, dan rekam jejak yang jelas dalam pengelolaan zakat.
“BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola dana, tapi juga simbol kepercayaan umat. Karena itu, sosok pimpinan yang terpilih harus benar-benar amanah dan mampu membawa perubahan nyata,” ujar Arman tokoh masyarakat Woha pada media ini Kamis, 23/4/26.
Selain itu, publik juga menaruh perhatian pada keterbukaan proses seleksi, mulai dari tahapan administrasi hingga penilaian akhir. Hal ini dinilai penting guna memastikan tidak adanya intervensi yang dapat merusak kredibilitas hasil seleksi.
Dengan akan diajukannya 10 nama calon ke BAZNAS RI, masyarakat berharap keputusan akhir nantinya benar-benar menghadirkan pimpinan yang mampu meningkatkan kinerja lembaga, memperluas manfaat zakat, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat di Kabupaten Bima.
Kini, publik menunggu—siapa yang akan terpilih dan mampu menjawab harapan besar tersebut.
#OB.002#
