KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Penutupan Pameran Bonsai Penatoi, Dorong Ekonomi Kreatif dan Kesadaran Lingkungan di Kota Bima
Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai penutupan Pameran Bonsai di Kelurahan Penatoi yang digelar di halaman kantor lurah setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Bima ke-24 sekaligus wadah apresiasi bagi para pecinta seni bonsai dan masyarakat umum.
Acara penutupan dihadiri oleh Plt. Asisten I Setda Kota Bima, Hj. Suharni, SE, bersama Camat Mpunda, Lurah Penatoi, dan jajaran pemerintah. Kehadiran pemerintah ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas di Kota Bima.
Dalam sambutannya, Hj. Suharni menyampaikan apresiasi kepada panitia, komunitas bonsai, serta seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pameran bonsai tidak hanya sekadar ajang memamerkan tanaman hias, tetapi juga mengandung nilai filosofi kehidupan.
“Bonsai mengajarkan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan seni merawat kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis karena mampu mempererat silaturahmi antar komunitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Pameran bonsai juga membuka peluang usaha di bidang tanaman hias, memperindah lingkungan kota, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai alam.
Sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan nyaman, kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memperluas ruang terbuka hijau.
Pemerintah juga berharap pameran bonsai dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda rutin daerah, bahkan berpotensi naik kelas menjadi event tingkat regional hingga nasional.
Menutup sambutannya, Hj. Suharni mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa keindahan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesadaran warganya dalam menjaga keasrian.
Penutupan pameran ini bukan sekadar akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari semangat baru untuk merawat lingkungan, memperkuat solidaritas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Bima.
#OB.12#
