KOTA BIMA.OBORBIMA.ID — Julfar akhirnya angkat bicara dan melontarkan bantahan keras terhadap tudingan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bima yang menyeret nama Pegadaian dalam dugaan kasus penggelapan dana Rp722 juta.
Ia menilai tudingan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga menyesatkan publik.“Ini bukan urusan Pegadaian. Ini murni persoalan pribadi antara saya dengan saudari Listiani,” tegas Julfar, Sabtu (28/3/2026).
Julfar menjelaskan, dana sebesar Rp722.239.000 merupakan pinjaman pribadi kepada Listiani yang hingga kini belum dikembalikan.
Ia pun mendesak agar yang bersangkutan segera menyelesaikan kewajibannya.
“Saya minta segera dikembalikan. Ini hak saya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Julfar juga membuka fakta lain. Ia menyebut sebanyak 28 orang yang sebelumnya ramai disebut dalam pemberitaan justru merupakan pihak yang ikut dirugikan dalam dugaan modus yang dijalankan oleh Listiani.
Menurutnya, modus yang digunakan berupa iming-iming investasi atau penitipan emas. Namun dalam praktiknya, emas tersebut justru digadaikan.
“Mereka dijanjikan emas hanya dititipkan atau disewakan, tetapi kenyataannya digadaikan. Ini yang harus diluruskan agar publik tidak salah paham,” katanya.
Julfar kembali menegaskan, tidak ada keterlibatan Pegadaian, termasuk Unit Pelayanan Cabang (UPC) Pegadaian Ambalawi, dalam persoalan tersebut. Ia menyebut isu yang berkembang telah menggiring opini yang tidak sesuai fakta.
“Jangan sampai ada framing seolah-olah ini melibatkan Pegadaian. Itu tidak benar,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses pencairan dana dilakukan atas persetujuan Listiani, termasuk adanya penandatanganan surat kuasa untuk transfer dana.
Merasa dirugikan dan nama baiknya tercoreng, Julfar menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk mengungkap persoalan tersebut secara terang.
“Saya punya bukti lengkap. Ini akan saya bawa ke ranah hukum agar semuanya jelas,” ujarnya.
#OB.06#
