KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Pemerintah Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima bersiap melaksanakan pesta demokrasi tingkat warga, yakni Pemilihan Ketua RT, Ketua RW, LPM dan Karang Taruna.
Momentum ini menjadi ajang penting bagi warga untuk berpartisipasi aktif memilih pemimpin lingkungan yang mampu mewakili aspirasi dan kepentingan masyarakat setempat.
Berdasarkan tahapan, pemungutan dan perhitungan suara serta penandatanganan berita acara hasil pemilihan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 30/11/25.
Ketua Panitia pelaksana Johan Wahyudin menegaskan pentingnya proses ini berjalan efektif, efisien, dan sesuai aturan, agar hasilnya benar-benar melahirkan pemimpin lingkungan yang mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Yang kita butuhkan adalah bagaimana RT/RW, LPM dan Karang Taruna ini menjadi bagian dari pemerintah yang mampu melaksanakan seluruh tugas-tugas pokok, dan bisa menerjemahkan program unggulan pemerintah sampai ke masyarakat,” tegas Jon Nae sapaanya.
Lebih lanjut Jon Nae menekankan, peran RT dan RW, LPM dan Karang Taruna sangat vital dalam memastikan setiap program pemerintah dapat tersampaikan atau (delivered) dengan baik kepada warga.
“Pemilihan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum kolaborasi antara warga dan pemerintah, khususnya di tingkat kelurahan Pane,”ujarnya.
Oleh sebab itu, putra kelahiran kampung Nae kembali menegaskan, dirinya meminta hasil dari pemilihan RT/RW, LPM dan Karang Taruna tidak hanya sekadar menjabat, tetapi yang mampu menjalankan program-program pokok pemerintahan.
“Banyak tugas yang harus turun ke bawah dan tereksekusi dengan baik, tapi pentingnya sistem evaluasi. Harus ada tenggang waktu untuk evaluasi, dijalankan, ada kegiatan wajib yang menjadi tugas pokok. Ini supaya kerja RT/RW,.LPM dan Karang Taruna terkontrol,” ungkap Jon
Dalam menjaga kelancaran pelaksanaan pemilihan, Jon juga meminta dukungan semua pihak, termasuk aparat keamanan..Kepada pihak dari Kepolisian dan TNI, mari bersama menjaga kondusifitas kegiatan.
Pemilihan RT/RW, LPM dan Karang Taruna serentak kata dia, ini bukan ajang tegang-tegangan karena yang memilih adalah warga yang saling mengenal. Jangan ada kubu-kuburan, tapi berjalan normal saja.
Jon menilai, pelaksanaan pemilihan ini merupakan bagian dari pembelajaran politik masyarakat, terutama dalam membangun iklim demokrasi di tingkat akar rumput.
“Ini bagian dari proses belajar berdemokrasi. Kenapa kita memilih, padahal bisa saja ditunjuk? Karena kita ingin masyarakat terlibat, berpartisipasi aktif, bukan apatis,” jelasnya.
Ia berharap setelah terpilih, para Ketua RT RW, LPM dan Karang Taruna segera membangun kolaborasi erat dengan lurah di wilayah masing-masing.
Setelah hasil keluar, lurah dan RT/RW, LPM dan Karang Taruna harus duduk bersama untuk mendalami program-program unggulan pemerintah agar bisa turun langsung ke lapangan. Semua harus satu visi dari atas sampai ke bawah.
Menurutnya, bila koordinasi berjalan baik, maka pelayanan publik akan lebih cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan warga secara menyeluruh.
*OB.008*
