๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐˜ƒ ๐—ก๐—ง๐—• ๐—ง๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ข๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ธ๐˜๐˜‚๐—ฟ ๐—ž๐—ต๐—ฎ๐˜€ ๐—ฆ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ธ, ๐—ฆ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ, ๐— ๐—ฏ๐—ผ๐—ท๐—ผ

Pemerintahan43 Dilihat

MATARAM.OBORBIMA.ID – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meminta Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTB mengambil peran strategis dalam merumuskan dan menetapkan Ornamen Lokal NTB. Permintaan ini disampaikan saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VII IAI NTB di Prime Park Hotel Mataram, Sabtu (29/11).

Dalam sambutannya, Gubernur menugaskan IAI untuk segera menemukan desain arsitektur khas tiga suku besar NTBโ€”Sasak, Samawa, dan Mbojoโ€”yang hingga kini belum memiliki definisi resmi. Ia juga mengkritisi pandangan umum yang menjadikan lumbung sebagai simbol arsitektur NTB, terutama dalam pembangunan fasilitas publik.

โ€œLumbung itu ada di semua budaya, karena lumbung itu desain yang dibuat untuk penyimpanan padi, bukan tempat tinggal. Tidak ada dasar historisnya bila lumbung itu menjadi simbol NTB,โ€ tegasnya.

Gubernur menilai ketiadaan kesepakatan tentang identitas arsitektur dan ornamen SASAMBO kerap memicu perdebatan dalam pembangunan gedung pemerintah. Karena itu, ia meminta kajian komprehensif yang melibatkan arsitek serta budayawan senior maupun muda sebagai dasar penerbitan regulasi oleh Pemerintah Provinsi NTB. Kajian tersebut diharapkan dapat menetapkan Ornamen NTB, menentukan material, arsitektur, dan konstruksi khas daerah, sekaligus merumuskan model rumah tipikal NTB sebagai acuan resmi.

Selain itu, Pemprov NTB juga berencana menyusun awik-awik arsitektur sebagai kesepakatan nilai dan batasan desain, agar investor mencerminkan karakter lokal dalam setiap pembangunan.

โ€œSaya harap teman-teman membantu kami dan juga sebagai kontribusi IAI terhadap NTB, paling tidak memberikan kontribusi pemikiran dari bidang yang dikuasai,โ€ ujarnya.

Gubernur memastikan dukungan penuh pemerintah daerah dan meminta proses penyusunan konsep melibatkan arsitek senior, arsitek muda, dan akademisi, agar hasilnya bersifat berkelanjutan, inklusif, serta mampu menjadi identitas arsitektur yang benar-benar menggambarkan karakter NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *