MotoGP Mandalika 2026 Bawa Berkah bagi NTB, UMKM Raup Omzet Jutaan Rupiah

Pemerintahan55 Dilihat

LOMBOK TENGAH, OBOR BIMA – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menjadi ajang balap motor kelas dunia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Keterlibatan tenaga kerja lokal, meningkatnya aktivitas UMKM, tingginya hunian akomodasi, hingga pertumbuhan jumlah penumpang shuttle bus menjadi bagian dari dampak yang terlihat selama kegiatan berlangsung.

Chairman MotoGP 2026, Troy Reza Warokka, menyampaikan bahwa seluruh volunteer dan marshal yang terlibat pada penyelenggaraan tahun ini berasal dari NTB. Keterlibatan tersebut didukung pembinaan dan pelatihan guna meningkatkan kemampuan tenaga lokal agar memenuhi standar penyelenggaraan ajang internasional.

Partisipasi masyarakat lokal juga terlihat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebanyak 134 UMKM berpartisipasi dalam Bazar Mandalika, sementara 500 UMKM dari 10 kabupaten/kota di NTB terlibat dalam Lombok Sumbawa Festival (LSF).

Kedua kegiatan tersebut menjadi ruang pemasaran bagi produk lokal, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan keragaman usaha masyarakat NTB kepada pengunjung.
Sejumlah pedagang mengaku merasakan peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung.

Lian, salah seorang penjual makanan, mengungkapkan rasa syukurnya karena dagangan yang dijual mendapat sambutan positif dari pembeli.

“Alhamdulillah, jualannya lancar. Nasi sudah sampai empat kali kita masak,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Yuni. Dengan modal awal Rp2 juta, ia mengaku mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp10 juta saat pertama kali berjualan pada penyelenggaraan MotoGP, dengan memanfaatkan waktu berjualan pada Sabtu dan Minggu.

Sementara itu, Indra menyebut pendapatannya meningkat sekitar lima hingga enam kali lipat selama kegiatan berlangsung.

Pengalaman para pedagang tersebut menunjukkan besarnya peluang usaha yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika ajang internasional digelar. Meski demikian, pengukuran dampak ekonomi secara keseluruhan masih membutuhkan data yang lebih lengkap dan komprehensif.

Hunian Akomodasi Meningkat, Mobilitas Penonton Ikut Tumbuh
Dampak aktivitas MotoGP Mandalika 2026 juga terlihat pada sektor pariwisata dan akomodasi. Tingkat hunian hotel, penginapan, dan homestay di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, dilaporkan mencapai 100 persen.

Hunian akomodasi di kawasan Senggigi juga dilaporkan penuh, sedangkan tingkat hunian di Kota Mataram mencapai sekitar 95 persen. Adapun Lombok Timur, Lombok Utara, dan sejumlah wilayah lainnya mencatat tingkat hunian rata-rata di atas 60 persen.

Tingginya hunian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan akomodasi selama periode penyelenggaraan. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha perhotelan, penginapan, transportasi, kuliner, dan sektor jasa lainnya.

Dari sisi transportasi, jumlah penumpang shuttle bus selama dua hari pertama penyelenggaraan juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 1.149 orang, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 1.806 orang. Dengan demikian, terjadi penambahan 657 penumpang atau sekitar 57,18 persen.

Pada hari pertama, jumlah penumpang meningkat dari 325 orang menjadi 533 orang. Sementara itu, pada hari kedua, jumlah penumpang naik dari 824 orang menjadi 1.273 orang.

Peningkatan tersebut menggambarkan bertambahnya penggunaan layanan shuttle bus selama periode awal kegiatan. Data ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan transportasi pada penyelenggaraan berikutnya.

Pengamanan dan Pelayanan Publik Terus Diperkuat

Pada hari pertama penyelenggaraan, kondisi lalu lintas dilaporkan berlangsung kondusif. Dinas Perhubungan bersama unsur kepolisian dan TNI bersiaga di sejumlah jalur untuk mengatur arus kendaraan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat maupun pengunjung.

Kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan selama berlangsungnya ajang internasional tersebut.

Ke depan, koordinasi lintas instansi serta evaluasi terhadap pengaturan lalu lintas, transportasi, dan pelayanan pengunjung perlu terus diperkuat agar penyelenggaraan MotoGP dapat berjalan semakin efektif.

Budaya NTB Jadi Daya Tarik Tambahan

Selain menghadirkan kompetisi balap kelas dunia, MotoGP Mandalika 2026 juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada pengunjung.

Museum tematik di kawasan sirkuit menampilkan Sekardiyu, patung kuda berusia ratusan tahun yang berasal dari koleksi Museum Negeri NTB.

Kehadiran koleksi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan warisan budaya daerah di tengah perhelatan internasional.

Pertunjukan budaya dan festival kuliner turut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Program Students Go to Paddock juga memberikan kesempatan kepada 50 siswa dan 10 guru dari sejumlah sekolah di Pulau Lombok untuk mengenal lebih dekat dunia balap serta proses penyelenggaraan ajang internasional.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap sektor olahraga, pariwisata, dan industri kreatif.

BPS Lakukan Survei Dampak MotoGP 2026

Untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai manfaat penyelenggaraan MotoGP, Badan Pusat Statistik (BPS) sedang melaksanakan survei komprehensif terkait dampak kegiatan tersebut.

Survei ini diharapkan dapat memberikan gambaran berbasis data mengenai pengaruh MotoGP terhadap perekonomian dan sektor lainnya, sehingga evaluasi tidak hanya bertumpu pada pengalaman pelaku usaha atau indikator aktivitas selama acara berlangsung.

Hasil survei tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, serta penguatan ekonomi daerah.

Bagi NTB, keberhasilan MotoGP Mandalika tidak semata-mata diukur dari kelancaran balapan atau jumlah pengunjung. Manfaat jangka panjang juga ditentukan oleh seberapa besar peluang kerja yang tercipta, seberapa luas usaha masyarakat berkembang, serta sejauh mana peningkatan aktivitas pariwisata memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dengan evaluasi dan pembenahan berkelanjutan, MotoGP Mandalika diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi NTB sebagai destinasi pariwisata dan tuan rumah kegiatan internasional, sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

#OB.009#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *