BIMA, OBOR BIMA.ID – Kekecewaan keluarga calon jamaah umroh asal Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, memuncak pada Sabtu (10/10/2026) malam.
Keluarga bersama warga setempat menggelar aksi blokade jalan lintas negara sebagai bentuk protes atas dugaan penipuan yang menimpa puluhan calon jamaah umroh.
Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Mapolda NTB) agar memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menyebabkan sejumlah calon jamaah gagal berangkat menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.
Penutupan jalan utama itu mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total. Kendaraan yang hendak menuju Kota Bima maupun Kabupaten Dompu dilaporkan tidak dapat melintas selama aksi berlangsung.
Di Desa Bolo sendiri, sedikitnya tiga orang warga disebut menjadi korban dugaan penipuan oleh pihak travel umroh. Ketiganya telah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci dan bahkan telah dilepas oleh keluarga masing-masing.
Namun, harapan untuk menunaikan ibadah umroh pupus setelah mereka tiba di Jakarta. Alih-alih melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, ketiganya justru dipulangkan kembali ke daerah asal.
Peristiwa tersebut memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga. Mereka mempertanyakan tanggung jawab pihak penyelenggara perjalanan umroh serta mendesak agar persoalan tersebut segera ditangani oleh aparat penegak hukum.
Bagi keluarga, persoalan ini bukan sekadar kegagalan perjalanan ibadah, melainkan juga menyangkut kerugian materiil, harapan yang telah dibangun, serta kepercayaan terhadap penyelenggara perjalanan umroh.
Aksi blokade jalan menjadi bentuk luapan kekecewaan sekaligus upaya menarik perhatian aparat penegak hukum agar kasus tersebut mendapatkan penanganan yang jelas dan transparan.
Keluarga dan warga berharap Mapolda NTB segera memberikan atensi terhadap laporan dugaan penipuan tersebut, menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan hak-hak para calon jamaah yang dirugikan mendapatkan kejelasan.
Hingga informasi ini disusun, kronologi lengkap dugaan penipuan, total kerugian para korban, serta tanggapan pihak travel yang bersangkutan masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh, termasuk memastikan legalitas penyelenggara, kejelasan jadwal keberangkatan, dan bukti administrasi sebelum melakukan pembayaran.
