Umi Dinda Dorong MotoGP Mandalika Jadi Penggerak Pariwisata dan UMKM NTB

Olahraga46 Dilihat

JAKARTA.OBORBIMA.ID  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi tontonan olahraga berskala internasional, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.Si., saat menghadiri peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurut Wagub yang akrab disapa Umi Dinda, keberadaan MotoGP merupakan peluang besar bagi NTB untuk memperluas pasar produk lokal, memperkuat sektor pariwisata, serta memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada dunia.

Ia menegaskan, keberhasilan MotoGP tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton yang hadir di sirkuit. Lebih penting lagi, event tersebut harus mampu menciptakan dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setelah rangkaian balapan berakhir.

“Keberhasilan MotoGP tidak hanya kita lihat dari jumlah penonton, tetapi bagaimana citra Mandalika semakin kuat, wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik, dan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujar Umi Dinda.

Kajian Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun. Dampak tersebut mencakup aktivitas ekonomi secara langsung, tidak langsung maupun lanjutan.

Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi NTB untuk terus mengembangkan ekosistem ekonomi yang tumbuh di sekitar penyelenggaraan event internasional.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah UMKM. Pemprov NTB terus mendorong semakin banyak pelaku usaha lokal terlibat dalam rangkaian MotoGP sehingga event tersebut dapat menjadi ruang promosi sekaligus membuka pasar baru bagi produk daerah.

Tak hanya UMKM, seniman dan pelaku budaya lokal juga mendapat ruang untuk tampil. Berbagai kesenian daerah, karya seni dan tradisi lokal seperti Betabeq diperkenalkan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

“Ini semuanya bagian dari kearifan lokal dan mengangkat adat budaya yang ada di Nusa Tenggara Barat,” kata Umi Dinda.

Pemprov NTB juga terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, kementerian, lembaga terkait serta berbagai pihak untuk memastikan event internasional tersebut terhubung dengan potensi pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Konsep tersebut diperkuat melalui penyusunan kalender event daerah sepanjang tahun. Dengan demikian, wisatawan yang datang untuk menyaksikan MotoGP di Mandalika diharapkan tidak hanya berada di kawasan sirkuit, tetapi melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Lombok dan Pulau Sumbawa.

Wisatawan juga didorong untuk menikmati kekayaan budaya, kuliner, seni dan berbagai agenda daerah sehingga lama tinggal dan belanja wisatawan di NTB dapat meningkat.

Dalam pengembangan kawasan Mandalika, ITDC dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun destinasi yang aktif sepanjang tahun. Pengelolaan kawasan, infrastruktur, fasilitas dan jaringan industri diharapkan semakin terhubung dengan agenda pariwisata daerah serta sektor UMKM, seni dan budaya.

Sementara itu, hasil kajian Bappenas menunjukkan pengalaman penonton MotoGP Mandalika mendapat skor 5,07 dari skala 6, berdasarkan survei terhadap lebih dari 1.800 responden.

Kajian tersebut juga memperkirakan eksposur Mandalika berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen, apabila didukung promosi destinasi yang terintegrasi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa pengalaman dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi pembelajaran penting dalam membangun ekosistem industri olahraga nasional secara terpadu dan berkelanjutan.

Sementara Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai MotoGP Mandalika telah menunjukkan kemampuan event olahraga internasional dalam memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan ekonomi lokal.

Bagi NTB, MotoGP Mandalika pada akhirnya bukan sekadar agenda balap internasional. MotoGP menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan NTB kepada dunia, sementara UMKM, budaya, destinasi wisata dan masyarakat lokal menjadi kekuatan utama yang harus terus tumbuh setelah event berakhir.

Dengan demikian, keberhasilan MotoGP tidak hanya terlihat saat mesin balap mengaspal di Sirkuit Mandalika, tetapi juga dari sejauh mana ekonomi masyarakat bergerak, wisatawan terus berdatangan, produk lokal semakin dikenal dan Mandalika mampu hidup sebagai destinasi wisata sepanjang tahun.

#OB.14#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *