Dari Guru hingga Siswa, Dikpora Kota Bima Kumpulkan Rp43,3 Juta untuk Korban Gempa NTT

Ragam68 Dilihat

KOTA BIMA.OBORBIMA.ID  – Solidaritas untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi kembali ditunjukkan masyarakat Kota Bima.

Kali ini, kepedulian datang dari keluarga besar dunia pendidikan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima.

Dikpora Kota Bima berhasil menghimpun donasi sebesar Rp43.306.000. Dana tersebut dikumpulkan secara sukarela dari lingkungan pendidikan, mulai dari guru hingga siswa SD dan SMP se-Kota Bima.

Donasi tersebut kemudian diserahkan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, A. Faruk, di Kantor BPBD Kota Bima.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikpora Kota Bima, A. Haris, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas imbauan Wali Kota Bima agar seluruh elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam membantu warga NTT yang sedang tertimpa musibah.

“Dari lingkup Dikpora, kami menindaklanjuti imbauan wali kota dengan menggalang dana dari internal, termasuk sekolah mulai SD hingga SMP. Bantuan ini berasal dari siswa dan guru,” ujarnya.

Menurut Haris, nilai bantuan bukan satu-satunya hal yang penting. Lebih dari itu, donasi tersebut menjadi gambaran kepedulian dan rasa kemanusiaan keluarga besar pendidikan Kota Bima terhadap saudara-saudara mereka di NTT.

Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bima, A. Faruk, menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar Dikpora. Ia menyebut donasi yang diserahkan tersebut menjadi salah satu bantuan terbesar yang diterima BPBD Kota Bima dari lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kami mengapresiasi bantuan ini dan akan mengemban amanah dalam mendistribusikan seluruh donasi yang telah diberikan,” kata Faruk.

Faruk menjelaskan, penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. BPBD sebelumnya telah berkoordinasi untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak.

Tidak semua kebutuhan korban dapat dipenuhi dalam bentuk barang. Karena itu, sebagian dana akan digunakan untuk pengadaan kebutuhan yang dianggap penting bagi para pengungsi.

Salah satunya adalah air bersih. BPBD Kota Bima berencana menyewa truk untuk mendistribusikan air bersih menuju posko pengungsian di wilayah Lamba Leda, Kabupaten Manggarai.

Selain air bersih, BPBD juga akan menyediakan tandon air yang nantinya ditempatkan di sejumlah masjid. Pengadaan tandon tersebut direncanakan dilakukan di wilayah Reo.

Kebutuhan anak-anak korban bencana juga menjadi perhatian. BPBD akan menyiapkan perangkat permainan anak yang dapat digunakan dalam kegiatan trauma healing, sehingga anak-anak memiliki ruang untuk bermain dan memulihkan kondisi psikologis setelah mengalami bencana.

“Terpal juga tidak lupa. Itu sesuai permintaan sebanyak 100 lembar,” jelas Faruk.

Ia memastikan seluruh bantuan yang dihimpun akan dikelola secara transparan dan dipertanggungjawabkan melalui laporan pertanggungjawaban (SPJ).

Dengan tambahan donasi dari Dikpora Kota Bima sebesar Rp43,306 juta, total dana yang telah berhasil dihimpun untuk membantu korban gempa NTT kini mencapai sekitar Rp74 juta. Sebelumnya, BPBD telah mengumpulkan sekitar Rp31 juta dari berbagai pihak.

BPBD Kota Bima memastikan seluruh bantuan tersebut akan disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak, sehingga donasi yang diberikan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para korban bencana di NTT.

#OB.002#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *