Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR RI Satukan Langkah, Ekonomi NTB Didorong Naik Kelas

Pemerintahan15 Dilihat

MATARAM.OBORBIMA.ID  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong transformasi ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi pertanian, perikanan, peternakan hingga pariwisata. Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi bersama Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja reses di Kantor Gubernur NTB, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, tersebut menjadi ruang strategis bagi Pemprov NTB untuk menyampaikan berbagai potensi sekaligus tantangan pembangunan daerah kepada pemerintah pusat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa arah pertumbuhan ekonomi NTB kini mulai bergerak lebih beragam. Jika sebelumnya aktivitas ekonomi daerah banyak dipengaruhi sektor pertambangan, pemerintah kini memperkuat sektor pertanian dan pariwisata sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Salah satu indikator positif terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) NTB yang telah mencapai 132, meningkat dari sebelumnya 123 dan berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 127.

Menurut Iqbal, angka tersebut menunjukkan semakin baiknya prospek ekonomi sektor pertanian bagi masyarakat, terutama pada komoditas hortikultura dan perkebunan.

“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian kita memberikan return yang cukup baik bagi petani. Hortikultura dan perkebunan juga tumbuh cukup baik,” ujar Iqbal.

Namun, peningkatan produksi dinilai belum cukup. Pemprov NTB kini mengarahkan kebijakan pada hilirisasi agar komoditas yang dihasilkan daerah dapat diolah di NTB sebelum dipasarkan ke luar daerah maupun luar negeri.

Sektor perikanan menjadi salah satu perhatian. Produksi udang vaname yang selama ini sebagian masih dikirim ke luar NTB untuk diproses dan diekspor, didorong agar memiliki fasilitas pengolahan dan pengemasan di daerah.

“Prioritas kami adalah mendorong investasi hilirisasi di NTB. Minimal sampai proses packing, sehingga dokumen dan status ekspornya dapat tercatat atas nama NTB,” jelasnya.

Langkah serupa juga diarahkan pada sektor peternakan. Pemprov NTB tengah mengembangkan konsep pakan mandiri berbasis potensi lokal untuk menekan biaya produksi peternak.

Jagung menjadi salah satu bahan utama, sementara kelor juga dikaji sebagai bahan alternatif karena ketersediaannya cukup melimpah di NTB dan memiliki kandungan nutrisi.

“Kita ingin melihat bagaimana kelor dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan dari luar,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan kawasan percontohan sapi perah terintegrasi di Sembalun. Konsep tersebut mencakup pengembangan pakan, pembibitan, produksi susu hingga pengolahan produk turunannya.

Dorong Pariwisata Tak Sekadar Kejar Jumlah

Di sektor pariwisata, Pemprov NTB mulai menggeser orientasi pembangunan dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menuju quality tourism.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya meningkatkan lama tinggal wisatawan, nilai belanja, kualitas pengalaman wisata, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

“Yang kita kejar bukan hanya jumlah wisatawan, tetapi kualitas wisatawan, lama tinggal, dan belanjanya. Pada saat yang sama kita harus memastikan budaya lokal dan daya dukung lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian utama adalah Gili Tramena yang meliputi Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Menurut Iqbal, pengembangan kawasan tersebut tidak cukup hanya dengan promosi wisata. Sejumlah persoalan mendasar seperti status kawasan, lahan, ketersediaan air bersih hingga pengelolaan sampah harus diselesaikan secara komprehensif.

Pemprov NTB bersama pemerintah pusat dan sejumlah lembaga terkait tengah mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut.

“Kami ingin persoalan ini selesai pada akhir tahun. Penyelesaiannya harus one for all, semua kita selesaikan, baik dari sisi hukum maupun konservasi,” ungkapnya.

Untuk menunjang keberlanjutan kawasan wisata, pemerintah juga menyiapkan solusi penyediaan air bersih melalui sistem beach well. Sementara persoalan sampah diarahkan pada penerapan teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakter kawasan kepulauan.

Komisi VII Siap Kawal Aspirasi NTB
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi berbagai program dan strategi yang disampaikan Pemprov NTB.

Ia menilai Gili Tramena memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan wisata internasional dan dapat membantu memperluas sebaran wisatawan mancanegara agar tidak hanya terkonsentrasi di Bali.

“Wisatawan yang datang dari luar negeri jangan hanya mengenal Bali. Destinasi seperti Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan juga harus kita arahkan menjadi bagian dari perjalanan wisata mereka,” ujarnya.

Saleh memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan Pemprov NTB akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga mitra Komisi VII DPR RI.

Aspirasi tersebut mencakup pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, pengelolaan lingkungan dan sampah, penguatan industri pakan lokal, hingga pengembangan UMKM.

Sinergi Pemprov NTB dan Komisi VII DPR RI tersebut diharapkan mampu mempercepat perubahan pola ekonomi daerah, dari sekadar menghasilkan komoditas menjadi menciptakan nilai tambah.

Dengan hilirisasi, penguatan sektor pangan, pengembangan industri lokal dan pariwisata berkualitas, NTB diarahkan tidak hanya menjadi daerah penghasil sumber daya, tetapi juga menjadi daerah yang mampu mengolah potensi menjadi investasi, lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *