BIMA.OBOR BIMA.ID – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Mori Hanafi, SE, meninjau langsung progres pembangunan pengendali banjir di Desa Simpasai, Kecamatan Monta, serta pembangunan pengendali banjir Sungai Sondosia di Desa Mpuri, Kabupaten Bima pada Selasa, 3/11/26
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur pengendali banjir berjalan sesuai perencanaan sekaligus melihat langsung manfaat pembangunan bagi masyarakat yang selama ini terdampak banjir.
Pembangunan pengendali banjir di Desa Simpasai memiliki nilai anggaran sekitar Rp12 miliar. Sementara pembangunan pengendali banjir Sungai Sondosia di Desa Mpuri dialokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar. Dengan demikian, total anggaran penanganan pada dua lokasi tersebut mencapai Rp27 miliar.
Pekerjaan di Desa Simpasai memiliki panjang penanganan sekitar 1,10 kilometer, dengan kegiatan normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 1.300 meter. Pelaksanaan pekerjaan berlangsung sejak 29 April hingga 31 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Mataram, Anton Suryono, menjelaskan bahwa kedua pekerjaan tersebut telah mencapai progres 100 persen dan saat ini memasuki tahapan pemeriksaan akhir atau Provisional Hand Over (PHO).
Menurutnya, dalam proses pemeriksaan akhir masih dimungkinkan adanya sejumlah catatan teknis yang harus disempurnakan oleh pihak pelaksana sebelum pekerjaan dinyatakan benar-benar selesai.
“Kami dari BWS Nusa Tenggara I tentu tetap mendengarkan keluhan masyarakat. Terkait kemungkinan penambahan pekerjaan, kami akan mengusulkan kembali apabila anggaran tersedia. Yang terpenting adalah keberlanjutan pembangunan ini agar lahan dan permukiman masyarakat di sepanjang bantaran sungai bisa terlindungi,” jelas Anton.
Ia juga menyampaikan bahwa penanganan yang dilakukan saat ini lebih memprioritaskan perlindungan kawasan permukiman dan lahan masyarakat, khususnya pada sisi sungai yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Anton berharap ke depan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan pada bagian sungai yang belum tertangani.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga infrastruktur pengendali banjir yang telah dibangun serta tidak membuang sampah ke sungai.
“Jangan membuang sampah di sungai. Ketika banjir datang, sampah akan terbawa arus dan menyumbat aliran air di bagian hilir sehingga berpotensi menyebabkan banjir kembali. Infrastruktur yang sudah dibangun harus kita jaga bersama,” tegasnya.
MORI HANAFI TARGETKAN PENANGANAN TUNTAS DALAM DUA TAHUN ANGGARAN
Sementara itu, H. Mori Hanafi, SE, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan pengendali banjir di dua lokasi tersebut. Menurutnya, meskipun penanganan belum mencakup seluruh kebutuhan, pembangunan yang telah direalisasikan patut disyukuri sebagai langkah awal untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Ia berharap program penanganan tersebut dapat dilanjutkan secara bertahap hingga benar-benar tuntas dalam dua tahun anggaran ke depan.
“Kita tentu bertahap. Yang kita syukuri, minimal penanganannya sudah mulai dilakukan. Ini harus kita apresiasi. Selanjutnya kita berharap pembangunan ini bisa dilanjutkan dan mudah-mudahan maksimal dalam dua tahun anggaran ke depan bisa diselesaikan,” ungkap Mori.
Menurutnya, apabila pembangunan pengendali banjir di kedua sungai tersebut dapat dituntaskan, persoalan banjir yang selama ini menghantui masyarakat di wilayah tersebut diharapkan dapat teratasi.
Dampaknya bukan hanya melindungi permukiman warga, tetapi juga menyelamatkan lahan pertanian dan persawahan masyarakat yang selama ini mengalami kerusakan akibat luapan banjir.
Mori juga menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran lanjutan masih harus dihitung berdasarkan desain teknis dan tingkat kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.
Ia menegaskan akan terus berupaya mendorong agar program tersebut mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Selain persoalan pengendali banjir, Mori turut menanggapi aspirasi masyarakat terkait kondisi jembatan gantung di wilayah tersebut. Ia mengatakan akan mencoba mengupayakan penanganannya, meskipun harus melalui kajian dan menyesuaikan kriteria serta kebutuhan anggaran yang berlaku.
“Kalau dua sungai ini bisa dituntaskan, insyaallah persoalan banjir yang selama ini dirasakan masyarakat bisa kita selesaikan. Sawah masyarakat tidak lagi terus-menerus terancam rusak akibat banjir. Kita berharap ada keberlanjutan program sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Pembangunan pengendali banjir tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat perlindungan kawasan permukiman dan lahan pertanian masyarakat di Kecamatan Monta. Dukungan pemerintah, pengawalan program, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga sungai menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang.
#OB.002#
