H. Mori Hanafi Terpukau Progres Bedah Rumah di Rabadompu Barat, Swadaya Warga Jadi Sorotan

Ragam115 Dilihat

KOTA BIMA, OBOR BIMA.ID — Komitmen Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Partai NasDem, H. Mori Hanafi, S.E., dalam mengawal program aspirasi masyarakat terus ditunjukkan melalui kunjungan langsung ke lapangan.

Usai meninjau pembangunan fasilitas sanitasi di tiga lembaga pendidikan Islam, yakni Pondok Pesantren Al Husainy, Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Nurul Syahid Bima di Kelurahan Jatiwangi, dan Pondok Pesantren Darul Hikmah di Kelurahan Matajando, H. Mori Hanafi kembali melanjutkan agenda peninjauan program bedah rumah di Kelurahan Rabadompu Barat, Kota Bima, Senin (2/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, H. Mori Hanafi melihat langsung progres pembangunan rumah warga penerima bantuan sekaligus mengapresiasi semangat masyarakat yang turut berkontribusi secara mandiri untuk meningkatkan kualitas hunian mereka.

Ia mengungkapkan, program bedah rumah merupakan bantuan stimulan dari pemerintah. Artinya, bantuan tersebut menjadi dorongan awal agar penerima manfaat juga memiliki semangat dan kemampuan untuk menambah pembiayaan secara mandiri demi mewujudkan rumah yang lebih layak huni.

Menurutnya, terdapat penerima bantuan yang mampu menambahkan dana secara swadaya hingga lebih dari Rp50 juta. Bahkan, kontribusi mandiri sebesar Rp25 juta hingga Rp30 juta juga menjadi bukti kuat partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program tersebut.

“Ini luar biasa. Kita harus menghargai masyarakat yang mau menambah secara mandiri. Karena bantuan pemerintah ini sifatnya stimulan, untuk mendorong masyarakat agar ikut berpartisipasi meningkatkan kualitas rumahnya,” ungkap H. Mori Hanafi.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan program bedah rumah pada tahun mendatang. Dengan melihat perkembangan dan kebutuhan masyarakat, ia berharap kuota bantuan dapat meningkat hingga sekitar 230 sampai 252 unit, tentunya dengan mempertimbangkan alokasi anggaran dan kebijakan program.

H. Mori Hanafi turut mendorong agar pengusulan calon penerima bantuan dilakukan secara terarah. Ia berharap setiap kelurahan dapat menjadi perhatian, dengan target awal minimal 10 unit rumah agar proses pendampingan dan pengawasan pembangunan lebih mudah dilakukan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penentuan penerima bantuan harus tetap melalui proses verifikasi sesuai ketentuan dan tingkat kebutuhan masyarakat.

Pengusulan dapat disampaikan melalui perangkat wilayah, termasuk ketua RT dan RW maupun tim di lapangan. Akan tetapi, kelayakan calon penerima tetap harus ditentukan berdasarkan hasil verifikasi, bukan karena kedekatan atau kepentingan tertentu.

“Kita tidak ingin ada persoalan di kemudian hari. Orang yang menerima bantuan harus benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan. Karena itu, proses verifikasi harus berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Melalui peninjauan langsung tersebut, H. Mori Hanafi berharap program bedah rumah dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan kesempatan memiliki hunian lebih layak, sehat, dan nyaman.

Baginya, keberhasilan program aspirasi bukan hanya terletak pada besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

#OB.02#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *