Hj. Suharni Launching BKMT Berbasis Mbojo Matoi, Gaungkan Gerakan Kambali Mbojo Mantoi

Pemerintahan32 Dilihat

KOTA BIMA, OBOR BIMA.ID — Pemerintah Kota Bima terus mendorong penguatan peran Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berbudaya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran BKMT Berbasis Mbojo Matoi yang dirangkaikan dengan kegiatan Literasi Ekonomi Syariah dan pelatihan bagi jemaah BKMT Kota Bima.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Rasanae Barat, Jumat (30/10/2026), tersebut dilaunching oleh Staf Ahli Wali Kota Bima Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hj. Suharni, SE, yang hadir mewakili Wali Kota Bima.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Rasanae Barat, Ketua BKMT Kota Bima, Ketua PKK Kecamatan Rasanae Barat, para ketua majelis taklim se-Kota Bima, Ketua PKK kelurahan se-Kota Bima, Dewan Pakar BKMT, serta narasumber dari Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah.

Peluncuran BKMT Berbasis Mbojo Matoi menjadi langkah strategis untuk memperluas peran majelis taklim, tidak hanya sebagai wadah pembinaan keagamaan dan silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan kapasitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Hj. Suharni menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, BKMT memiliki peran penting dalam membina keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat hubungan silaturahmi di tengah masyarakat.

“Kehadiran BKMT selama ini terbukti menjadi pilar strategis dalam membina keimanan, ketakwaan, serta mempererat silaturahmi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberadaan BKMT perlu terus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, terutama dalam membentuk keluarga yang religius, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Selain penguatan keagamaan, Hj. Suharni juga menggaungkan Gerakan Kambali Mbojo Mantoi sebagai upaya bersama untuk menghidupkan kembali identitas budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Bima.

Menurutnya, gerakan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda, dari berbagai tantangan globalisasi dan krisis moral di era digital.

Ia berharap BKMT dapat mengambil peran lebih luas dalam menanamkan nilai-nilai budaya daerah kepada keluarga dan generasi muda. Dengan demikian, pembinaan keagamaan dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat istiadat dan pembentukan karakter masyarakat.

Salah satu nilai fundamental yang ditekankan adalah falsafah hidup masyarakat Bima, “Maja Labo Dahu”, yang mengandung makna rasa malu dan takut untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, adat istiadat, serta nilai-nilai sosial.

Nilai tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin dinamis.

Melalui pelatihan Literasi Ekonomi Syariah, para jemaah BKMT juga diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal dalam mengelola keuangan keluarga secara bijak, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Hj. Suharni berharap BKMT terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat Kota Bima yang religius, berbudaya, dan berkarakter.

“BKMT diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengajian dan silaturahmi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia, menjunjung tinggi adat istiadat, serta mewujudkan kehidupan yang harmonis dan bermartabat,” menjadi harapan dalam penguatan peran BKMT ke depan.

Peluncuran BKMT Berbasis Mbojo Matoi diharapkan menjadi momentum untuk menghadirkan pola pembinaan masyarakat yang memadukan nilai-nilai keagamaan, kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi.

Dengan sinergi antara pemerintah, BKMT, majelis taklim, dan berbagai pemangku kepentingan, gerakan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Bima sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Kota Bima yang religius, mandiri, dan sejahtera.

#OB.008#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *