KOTA BIMA — Pemerintah Kota Bima membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kota Ichinoseki, Jepang, tidak hanya di bidang ketenagakerjaan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, pertanian, perikanan, budaya hingga pengelolaan lingkungan.
Hal tersebut mengemuka saat Wali Kota Ichinoseki, Yoshihito Sato, bersama rombongan melakukan kunjungan ke Kota Bima, Senin (5/10/2026). Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 7 Oktober 2026.
Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE menyambut langsung kedatangan delegasi Ichinoseki. Turut mendampingi Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH, Sekretaris Daerah Kota Bima, sejumlah kepala OPD, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima serta Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima.
Dalam sambutannya, H. A. Rahman mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat Kota Bima dan Ichinoseki.
Menurutnya, hubungan kedua daerah yang selama ini mulai terbangun melalui kerja sama ketenagakerjaan dapat dikembangkan menjadi kemitraan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Salah satu perhatian utama Pemkot Bima adalah membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan keterampilan melalui kesempatan bekerja di Jepang.
Pemkot Bima bahkan menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp2,5 miliar pada tahun anggaran 2027 untuk membantu subsidi pelatihan bagi siswa yang dipersiapkan bekerja ke Jepang melalui Nichini Kaigo School.
“Pada tahun anggaran 2027 Pemerintah Kota Bima menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung subsidi pelatihan bagi siswa yang akan bekerja ke Jepang melalui Nichini Kaigo School,” ujar H. A. Rahman.
Pemkot Bima menargetkan sedikitnya 100 anak Kota Bima dapat dikirim ke Jepang setiap tahun.
Kebijakan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
H. A. Rahman menjelaskan, persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data yang disampaikan, angka kemiskinan Kota Bima mengalami penurunan dari 8,12 persen pada 2024 menjadi 7,33 persen pada 2025.
Sementara pada sektor ketenagakerjaan, pada 2024 tercatat sebanyak 89.413 orang masuk dalam angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, 86.486 orang telah bekerja dan 2.927 orang masih menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,27 persen.
Pemerintah, kata dia, juga memberikan perhatian terhadap masyarakat yang sudah bekerja namun belum memperoleh jam kerja secara optimal atau masuk kategori setengah pengangguran.
Berbagai program terus dilakukan, mulai dari perluasan kesempatan kerja, bantuan sosial, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan hingga pemutakhiran dan penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain ketenagakerjaan, kerja sama Kota Bima dan Ichinoseki juga diarahkan pada sektor pendidikan. Kedua pemerintah daerah membuka peluang pertukaran pelajar, mahasiswa, guru serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang pendidikan.
Potensi budaya Bima juga menjadi bagian yang ditawarkan dalam kerja sama tersebut. Budaya Mbojo seperti Rimpu, tenun Bima, seni dan tradisi masyarakat diharapkan dapat diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Ichinoseki.
Di bidang ekonomi, Pemkot Bima melihat peluang pengembangan kerja sama melalui sektor UMKM, perdagangan dan investasi. Bahkan, ruang business matching antara pelaku usaha Kota Bima dengan dunia usaha di Ichinoseki dinilai potensial untuk dikembangkan.
Kerja sama juga dapat diperluas ke sektor pertanian, perikanan dan pengolahan pangan, terutama dalam hal peningkatan kualitas produk, teknologi pascapanen, pengemasan hingga akses pasar.
Tidak kalah penting, Pemkot Bima juga melihat pengalaman Jepang dalam pengelolaan lingkungan sebagai peluang untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah di Kota Bima.
Mulai dari pemilahan sampah, pengurangan sampah, daur ulang hingga edukasi masyarakat menjadi bidang yang dapat dipelajari melalui kerja sama kedua kota.
H. A. Rahman menegaskan, hubungan Kota Bima dan Ichinoseki diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan. Anak-anak muda Kota Bima mendapat kesempatan untuk belajar dan bekerja di Jepang, sementara masyarakat dan dunia usaha di Ichinoseki mendapat mitra yang baik dari Kota Bima,” ujarnya.
Kunjungan Wali Kota Ichinoseki bersama delegasi diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat persahabatan sekaligus membuka berbagai peluang kerja sama baru antara Kota Bima dan Ichinoseki di masa mendatang.
#OB.003#
