KOTA BIMA.OBORBIMA.ID — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima mengingatkan para pengemudi angkutan material maupun masyarakat yang sedang melakukan pembangunan agar tidak sembarangan menempatkan material di ruang milik jalan (rumija).
Imbauan tersebut disampaikan Kadis Perhubungan Kota Bim melalui Kabid Perhubungan Kota Bima, Jainul Arifin, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan lalu lintas akibat penyempitan badan jalan dan material yang berhamburan ke jalan.
Menurut Jainul, kesadaran para pengemudi kendaraan pengangkut material sangat penting, terutama ketika memasuki kawasan tertib lalu lintas. Material yang diangkut harus ditutup menggunakan terpal agar tidak tercecer dan membahayakan pengguna jalan.
“Sekarang memang masih musim kemarau. Tetapi ketika musim hujan, tanah, pasir, maupun material lainnya yang jatuh ke badan jalan bisa membuat permukaan jalan licin. Kondisi ini sangat berisiko, khususnya bagi pengendara roda dua,” jelasnya.
Selain persoalan material, Dishub juga melakukan pengaturan terhadap kendaraan-kendaraan besar yang masuk ke kawasan tertib lalu lintas.
Truk pengangkut kayu Roda enam dan Fuso maupun kendaraan besar dari arah timur dan barat diarahkan menggunakan jalur yang telah ditentukan sesuai ketentuan pengendalian jalur di Kota Bima.
Jainul mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, salah satunya memberikan sosialisasi kepada pengemudi kendaraan pengangkut material agar memastikan muatan tertutup dengan baik selama perjalanan.
Ia juga meminta pemerintah kelurahan turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang tengah melakukan pembangunan, baik pembangunan yang dikerjakan melalui proyek maupun secara swadaya.
“Jangan menyimpan material di ruang milik jalan karena akan mengganggu lalu lintas. Ketika lalu lintas terganggu, otomatis terjadi penyempitan jalan dan itu bisa menjadi salah satu pemicu kecelakaan,” tegasnya.
Dishub berharap seluruh pengguna ruang milik jalan memiliki pemahaman dan kesadaran yang sama. Menurut Jainul, menjaga keselamatan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Yang bisa memajukan kota ini adalah kita semua. Kalau hanya kami yang bergerak, tentu tidak mungkin. Tetapi kalau semua bergerak bersama, insyaallah kita bisa mengurangi potensi kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang lebih tertib,” pungkasnya.
#OB.002#
