BIMA.OBORBIMA.ID — Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-39 tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 resmi dibuka, Sabtu (12/9/2026), di Arena Utama Lengge Nae-Maria Wawo. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy.
Mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Bima Bermartabat”, STQ Kecamatan Wawo diikuti kafilah dari sembilan desa dan berlangsung selama lima hari, 12 hingga 16 September 2026.
Dalam sambutannya, Wabup H. Irfan menegaskan bahwa STQ dan MTQ tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga identitas keislaman masyarakat Bima.
“MTQ dan STQ merupakan identitas keislaman sekaligus untuk tetap menjaga keberkahan daerah dengan menjaga Al-Qur’an dan harus menjadi panduan hidup kita,” tegasnya.
Menurutnya, nilai utama dari penyelenggaraan STQ adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam firman Allah SWT, ajaran, hukum dan syariat Islam, kata dia, harus menjadi pedoman dalam bertutur kata, bersikap, berpikir hingga dalam mengambil keputusan dan kebijakan.
“Jangan hanya menjadikan STQ sebagai arena untuk melombakan bacaan Al-Qur’an. Yang lebih penting bagaimana kita mengambil nilai-nilai dari firman Allah dan menjadikannya sebagai panduan dalam kehidupan,” ujar Wabup.
H. Irfan juga menyoroti potensi besar masyarakat Bima dalam bidang tilawatil Quran. Sejak dahulu, kata dia, daerah Bima telah melahirkan banyak qari dan qariah berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“Ini sebuah potensi yang harus kita tumbuhkembangkan dari generasi ke generasi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para guru mengaji yang selama ini berperan penting dalam membentuk kecintaan anak-anak dan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Ia meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pihak sekolah dan seluruh elemen masyarakat memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para guru mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
“Ini penting, karena dari jasa guru mengaji, anak-anak mengenal Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman tetap terjaga,” terang H. Irfan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana STQ ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo, H. Burhanudin, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan STQ bertujuan menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Wawo pada STQ tingkat Kabupaten Bima.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta dari sembilan desa akan berkompetisi dalam sejumlah cabang lomba Al-Qur’an.
Untuk cabang Tilawatil Qur’an, tercatat sebanyak 72 peserta. Sementara cabang Tartil Qur’an diikuti peserta dari kategori anak-anak, remaja dan dewasa.
Cabang Tahfidzul Qur’an diikuti sebanyak 51 peserta, yang terdiri dari peserta hafalan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz. Selain itu, terdapat pula cabang Qira’at As-Sab’ah Mujawwad Dewasa yang diikuti dua peserta.
Pembukaan STQ turut dihadiri Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S.Sos., unsur Muspika, para kepala sekolah, kepala desa, tokoh masyarakat, alim ulama serta masyarakat Kecamatan Wawo.
Melalui STQ ke-39 ini, Kecamatan Wawo diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga generasi yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan, sehingga nilai-nilai keislaman terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter masyarakat Bima.
#OB.004#
