MTQ Rasanae Barat Resmi Dibuka, Wali Kota Bima: Mari Bumikan Al-Qur’an di Tengah Masyarakat

Pemerintahan12 Dilihat

KOTA BIMA.OBORBIMA.ID — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Rasanae Barat Tahun 2026 resmi dimulai pada Selasa malam, 25 Agustus 2026. Pembukaan berlangsung di arena MTQ, halaman Masjid Agung Al-Muwahidin, Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Kecamatan Rasanae Barat untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat.

Pembukaan MTQ dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima H. Arahman H. Abdul, SE, bersama Wakil Wali Kota Bima. Turut hadir staf ahli Wali Kota, kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, Camat Rasanae Barat beserta jajaran, para lurah se-Kecamatan Rasanae Barat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, RT/RW, LPM, Karang Taruna, PPK kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat dari berbagai kelurahan di wilayah Kecamatan Rasanae Barat.

Suasana pembukaan berlangsung penuh semangat. Kehadiran masyarakat dan berbagai unsur pemerintahan menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut.

Panitia: MTQ Bukan Sekadar Perlombaan

Ketua Panitia MTQ Kecamatan Rasanae Barat, H. Abdurahman, S.Sos., dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa MTQ tersebut dilaksanakan berdasarkan program kerja tahunan dalam rangka peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan kegiatan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Rasanae Barat.

Selain itu, pelaksanaan MTQ merupakan hasil rapat koordinasi antara panitia dengan Pemerintah Kecamatan Rasanae Barat.

H. Abdurahman menjelaskan, terdapat sejumlah tujuan utama dalam pelaksanaan MTQ. Pertama, sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Kedua, menjaring generasi muda terbaik yang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Rasanae Barat pada MTQ tingkat Kota Bima.

Tujuan lainnya adalah menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, kegiatan ini mendapat ridho dari Allah SWT dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an,” kata H. Abdurahman dalam laporannya.

57 Peserta Ikuti Sejumlah Cabang
MTQ Kecamatan Rasanae Barat Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 25 Agustus hingga Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di arena MTQ halaman Masjid Agung Al-Muwahidin.

Sebanyak 57 peserta mengikuti berbagai golongan yang diperlombakan.

Rinciannya, golongan anak-anak sebanyak 11 peserta, golongan remaja 12 peserta, golongan dewasa 12 peserta, golongan tartil 10 peserta, golongan 1 juz dan tilawah sebanyak 5 peserta, serta golongan 5 juz dan tilawah sebanyak 7 peserta.

Para peserta tersebut akan berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.

Namun, panitia menegaskan bahwa hasil perlombaan bukanlah satu-satunya tujuan. Nilai pembelajaran, pengalaman, keberanian dan kecintaan terhadap Al-Qur’an menjadi bagian penting dari pelaksanaan MTQ.
Anggaran Terbatas, Semangat Gotong Royong Tetap Tinggi

Dalam laporannya, Ketua Panitia juga menyampaikan kondisi pembiayaan pelaksanaan MTQ yang masih menghadapi keterbatasan.
Kegiatan tersebut memperoleh dukungan anggaran dari DPA Kecamatan Rasanae Barat serta swadaya masyarakat. Total dana yang tersedia disebut mencapai sekitar Rp58,55 juta.

Sementara itu, hingga hari pembukaan, total pengeluaran telah mencapai sekitar Rp63,24 juta, sehingga masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp4,69 juta.
Meski demikian, panitia tetap optimistis seluruh kebutuhan kegiatan dapat diselesaikan dengan dukungan berbagai pihak.

H. Abdurahman menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, Camat Rasanae Barat beserta jajaran, para lurah, masyarakat, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan MTQ.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut memberikan dukungan sehingga panggung dan sarana pelaksanaan MTQ dapat dipersiapkan dengan baik meskipun kondisi anggaran terbatas.

Menurutnya, apa yang terlihat pada malam pembukaan merupakan hasil kerja bersama, semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak terhadap kegiatan keagamaan.
Wali Kota: Keterbatasan Anggaran Tidak Menghalangi Semangat Masyarakat

Sementara itu, Wali Kota Bima H. Arahman H. Abdul dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap Pemerintah Kecamatan Rasanae Barat, para lurah, panitia serta seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan pelaksanaan MTQ.

Wali Kota mengatakan, pelaksanaan MTQ tahun ini berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran sebagai dampak dari kebijakan pemerintah pusat terkait pengurangan dana transfer ke daerah.

Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh mematikan semangat masyarakat untuk menjalankan kegiatan keagamaan.

Justru, kata Wali Kota, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyukseskan kegiatan.

Ia mencontohkan dukungan masyarakat di sejumlah kelurahan yang secara sukarela membantu pelaksanaan MTQ, termasuk menyediakan konsumsi dan berbagai kebutuhan kegiatan.

“Di saat kondisi sulit seperti sekarang, justru semangat kebersamaan masyarakat tumbuh. Inilah kekuatan yang harus kita jaga,” ujarnya.

Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima sangat mengapresiasi kerja keras masyarakat Kecamatan Rasanae Barat.

Menurutnya, panggung dan berbagai fasilitas yang berhasil disiapkan dengan keterbatasan anggaran menjadi bukti nyata bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bersatu, kegiatan yang besar tetap dapat dilaksanakan dengan baik.

MTQ Harus Menjadi Gerakan Membumikan Al-Qur’an

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa MTQ jangan hanya dimaknai sebagai ajang mencari pemenang atau juara.

Lebih jauh, MTQ harus menjadi momentum untuk membumikan Al-Qur’an di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari perilaku dan cara hidup masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membawa tantangan besar terhadap kehidupan generasi muda. Berbagai informasi dapat tersebar dengan cepat, baik yang memberikan dampak positif maupun negatif.

Karena itu, nilai-nilai agama dan akhlak harus menjadi benteng bagi anak-anak dan generasi muda.

“Yang paling utama dari pelaksanaan MTQ ini adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an bisa hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” tegasnya

Wali Kota berharap MTQ dapat menjadi salah satu cara untuk membangun generasi muda yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, disiplin, cerdas dan memiliki karakter yang kuat.

Orang Tua Diminta Aktif Membimbing Anak

Wali Kota juga memberikan perhatian khusus terhadap peran orang tua dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, TPQ, TPA, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

Orang tua, kata dia, memiliki peran yang sangat besar dalam membimbing anak-anak agar mencintai Al-Qur’an.

“Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita membutuhkan dukungan masyarakat, sekolah, TPQ, TPA dan seluruh lembaga keagamaan untuk bersama-sama membangun generasi Qur’ani,” ujarnya.

Ia berharap semangat membaca dan mempelajari Al-Qur’an tidak hanya muncul ketika MTQ berlangsung, tetapi terus hidup dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.

Peserta Diminta Junjung Sportivitas
Kepada seluruh peserta MTQ, Wali Kota Bima menyampaikan ucapan selamat bertanding.

Ia meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Peserta yang berhasil meraih juara diharapkan terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi MTQ tingkat berikutnya. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, Wali Kota meminta agar tidak berkecil hati.

“Jangan menjadikan juara sebagai satu-satunya tujuan. Yang paling penting adalah pengalaman, pembelajaran dan tumbuhnya kecintaan kepada Al-Qur’an,” pesannya.

Jadi Momentum Mempererat Persatuan

Di akhir sambutannya, Wali Kota Bima berharap pelaksanaan MTQ Kecamatan Rasanae Barat dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan MTQ sebagai energi positif dalam membangun keluarga, lingkungan dan pemerintahan yang berakhlak.

Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat, Pemerintah Kota Bima berharap pelaksanaan MTQ Kecamatan Rasanae Barat tahun 2026 dapat berjalan lancar hingga selesai.

Kegiatan yang berlangsung hingga 27 Agustus 2026 tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan peserta terbaik untuk mewakili Rasanae Barat ke tingkat Kota Bima, tetapi juga melahirkan semangat baru untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat.

MTQ Rasanae Barat pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar perlombaan: menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi Qur’ani dan memperkuat persatuan masyarakat.

#OB.002#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *