BIMA.OBORBIMA.ID – Kepala Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Abdul Muis, menyatakan kembali maju sebagai calon kepala desa untuk periode kedua. Keputusan tersebut didasari keinginan untuk melanjutkan berbagai program pembangunan sekaligus menyempurnakan sejumlah pekerjaan yang masih membutuhkan pembenahan.
Abdul Muis yang akrab disapa Muis mengatakan, selama memimpin Desa Tawali sejak dilantik pada 2019, berbagai program dan target pembangunan secara bertahap telah berhasil diwujudkan.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah desa, perangkat desa, lembaga desa dan seluruh masyarakat Tawali.
“Selama saya menjabat sejak dilantik tahun 2019, Alhamdulillah banyak perkembangan yang sudah kita capai. Janji politik yang kami sampaikan kepada masyarakat hampir semuanya sudah dituntaskan. Tentu masih ada yang perlu diperbaiki dan dibenahi, sehingga jika kembali dipercaya, itu yang akan kami lanjutkan pada periode kedua,” ujar Muis.
Salah satu capaian yang menjadi catatan penting dalam perjalanan pemerintahan Desa Tawali adalah perubahan status desa. Saat dirinya mulai memimpin pada 2019, Desa Tawali masih berstatus sebagai desa berkembang.
Namun, melalui berbagai program pembangunan dan pembenahan tata kelola pemerintahan desa, pada 2022 Desa Tawali berhasil meningkatkan status menjadi desa maju.
Tidak hanya perubahan status desa, Desa Tawali juga berhasil mencatatkan prestasi dalam bidang administrasi pemerintahan desa.
Tawali disebut berhasil meraih predikat desa terbaik kedua sekaligus menjadi salah satu desa tercepat dalam penyusunan administrasi Siskeudes di Kabupaten Bima.
Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas tata kelola pemerintahan, administrasi dan pengelolaan keuangan desa.
Capaian Desa Tawali kemudian kembali meningkat pada 2024. Desa Tawali berhasil meraih predikat desa terbaik pertama se-Kabupaten Bima dan melangkah ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada tingkat provinsi, Desa Tawali juga mendapatkan perhatian atas keberhasilan dalam sejumlah program sosial kemasyarakatan, khususnya terkait penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Desa Tawali mendapatkan penghargaan dari Gubernur NTB sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah desa dalam menangani persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Alhamdulillah tahun 2024 Desa Tawali menjadi desa terbaik pertama se-Kabupaten Bima dan sampai di tingkat provinsi. Kami juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur NTB terkait penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem,” ungkap Muis.
Menurutnya, berbagai penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dalam menjalankan pemerintahan desa. Penghargaan menjadi motivasi agar pemerintah desa terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Muis menambahkan, perkembangan Desa Tawali terus berlanjut. Saat ini, Desa Tawali telah mencapai status desa mandiri, sebuah capaian yang menurutnya merupakan hasil dari proses panjang dan kerja bersama selama beberapa tahun terakhir.
Dari desa berkembang pada awal kepemimpinannya, kemudian meningkat menjadi desa maju pada 2022, meraih berbagai penghargaan pada 2024, hingga kini berstatus desa mandiri, menjadi perjalanan yang menjadi bagian penting dari rekam jejak pemerintahan Desa Tawali.
Meski demikian, Muis menyadari bahwa keberhasilan tersebut belum berarti seluruh persoalan desa telah selesai. Masih terdapat sejumlah sektor yang perlu ditingkatkan dan dibenahi agar pembangunan Desa Tawali dapat berjalan lebih maksimal.
Karena itu, apabila kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin pada periode kedua, Muis berkomitmen untuk mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih sekaligus melakukan evaluasi terhadap program-program yang belum maksimal.
“Yang sudah baik akan kita pertahankan, sementara yang masih kurang akan kita perbaiki dan benahi. Pengalaman selama hampir delapan tahun ini menjadi bekal bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi pada periode berikutnya,” katanya.
Muis menegaskan, pembangunan desa tidak bisa dilakukan oleh kepala desa seorang diri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah desa, BPD, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan dan seluruh warga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dalam menghadapi Pilkades. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah.
“Pilkades adalah proses demokrasi. Silakan masyarakat menentukan pilihan sesuai hati nurani. Yang terpenting setelah proses politik selesai, kita kembali bersatu untuk membangun Desa Tawali,” ujarnya.
Dengan rekam jejak perjalanan Desa Tawali dari desa berkembang hingga menjadi desa mandiri, Abdul Muis kini kembali menawarkan keberlanjutan kepemimpinannya kepada masyarakat.
Periode kedua, jika nantinya mendapat amanah, akan diarahkan untuk mempertahankan prestasi, meningkatkan pelayanan, memperkuat pembangunan dan membenahi berbagai kekurangan yang masih ada.
Bagi Muis, capaian yang telah diraih selama ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan menjadi modal untuk membawa Desa Tawali menuju pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.
#OB.001#
