Mitigasi Bencana Diperkuat, BNPB Siapkan EWS di Tiga Titik Kota Bima

Pemerintahan250 Dilihat

KOTA BIMA.OBORBIMA.ID  – Pemerintah Kota Bima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempersiapkan pembangunan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir dan tsunami yang akan direalisasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2026.

Kepala BPBD Kota Bima, A. Faruk, ST., Par M.Si mengatakan proses penentuan lokasi pemasangan kini memasuki tahap akhir. Dari empat titik yang sebelumnya diusulkan pemerintah daerah, hasil kajian BNPB menetapkan hanya tiga lokasi yang dinilai layak untuk dipasang EWS.

Tiga lokasi tersebut berada di kawasan Kelurahan Dara, Nae, dan Melayu beserta wilayah sekitarnya. Sementara usulan di Kelurahan Penatoi tidak lagi menjadi prioritas karena kondisi sungai di kawasan tersebut telah dinormalisasi sehingga tingkat ancaman banjir dinilai berkurang.

“Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, BPBD akan menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah kelurahan sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar warga memahami fungsi EWS, mengenali bunyi sirene, serta mengetahui langkah penyelamatan yang harus dilakukan saat peringatan dini dikeluarkan,”katanya pada media ini Kamis, 30/7/26

Selain pembangunan EWS, sambung mantan Kadis Perkim ini, BPBD juga terus mengusulkan penanganan wilayah rawan banjir lainnya kepada Balai Wilayah Sungai (BWS). Tahun ini, BWS dijadwalkan melakukan kajian lapangan sebagai dasar penyusunan program pengendalian banjir pada tahun mendatang.

Faruk menegaskan, pembangunan EWS merupakan bagian dari komitmen BNPB dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Bahkan, Kepala BNPB bersama tim telah melakukan peninjauan langsung ke Kota Bima selama dua hari untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum pembangunan dimulai.

“Melalui pemasangan sistem peringatan dini tersebut, diharapkan masyarakat Kota Bima dapat menerima informasi lebih cepat saat terjadi potensi banjir maupun tsunami, sehingga upaya evakuasi dapat dilakukan lebih dini dan risiko bencana dapat diminimalkan,”harapnya.

#OB.001#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *