Cegah Fatherless Country, Gubernur Iqbal Serukan Peran Aktif Ayah dalam Keluarga

MATARAM.OBORBIMA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026, Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, mengajak seluruh para ayah untuk kembali merefleksikan peran pentingnya dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas.

Menurut Gubernur Iqbal, seorang ayah tidak harus memiliki kekayaan melimpah, tetapi harus mampu menghadirkan dirinya secara utuh di tengah keluarga.

Kehadiran ayah bukan sekadar secara fisik, melainkan juga melalui kedekatan emosional yang mampu memberikan rasa aman, kasih sayang, perlindungan, serta menjadi teladan bagi tumbuh kembang anak.

“Seorang ayah tidak harus kaya, tetapi dia harus hadir. Dia memberi rasa aman, memberikan kekuatan emosional, memberikan rasa terlindungi, dan menjadi role model bagi anak-anaknya,” tegas Gubernur Iqbal.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Karena itu, Gubernur Iqbal mengingatkan agar para orang tua, khususnya ayah, tidak terjebak dalam fenomena fatherless country, yaitu kondisi ketika sosok ayah hadir secara fisik, tetapi tidak terlibat secara emosional dalam kehidupan anak.

Fenomena tersebut dinilai dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari perundungan (bullying), kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga menurunnya kesehatan mental anak.

Melalui momentum HARGANAS 2026, Gubernur Iqbal mengajak seluruh keluarga untuk mulai membangun kebersamaan dari hal-hal sederhana, seperti mengantar anak ke sekolah, meluangkan waktu berbincang, mendampingi proses belajar, hingga hadir di setiap momen penting dalam kehidupan mereka.

“Keluarga adalah hulu pembangunan karakter bangsa. Dari keluarga yang harmonis akan lahir generasi yang tangguh, berakhlak, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Momentum HARGANAS menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *