LPG 3 Kg Langka, Wali Kota Bima Instruksikan Pengawasan Hingga RT dan RW

Pemerintahan214 Dilihat

KOTA BIMA.OBORBIMA.ID  – Menyikapi kondisi terbatasnya ketersediaan LPG 3 kilogram di tengah masyarakat, Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, memimpin rapat koordinasi penanganan distribusi LPG bersubsidi di Aula Maja Labo Dahu Kantor Pemerintah Kota Bima, Senin (15/6/2026).

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bima, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kapolres Bima Kota, Kasdim 1608/Bima, para Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kepala perangkat daerah terkait, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Bima.

Dalam rapat terungkap bahwa LPG 3 kilogram merupakan komoditas bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro. Namun, kuota LPG subsidi Kota Bima pada tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat.

Sebagai langkah cepat mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bima telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan berhasil memperoleh tambahan pasokan (extra dropping) yang mulai didistribusikan pada 15 hingga 16 Juni 2026.

Wali Kota Bima menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memastikan LPG subsidi tetap tersedia dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Untuk itu, pengawasan distribusi harus diperketat hingga ke tingkat paling bawah.

“Saya meminta camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT dan RW untuk bersama-sama mengawasi penyaluran LPG subsidi di wilayah masing-masing agar tidak terjadi penyalahgunaan dan distribusi yang tidak tepat sasaran,” tegas Wali Kota.

Ia juga meminta dukungan penuh dari jajaran TNI dan Polri dalam mengawal distribusi LPG bersubsidi.

Menurutnya, tindakan tegas perlu dilakukan apabila ditemukan praktik penimbunan, penyalahgunaan distribusi maupun permainan harga yang merugikan masyarakat.

Selain itu, para camat dan lurah diminta aktif memantau kondisi di lapangan serta segera melaporkan jika terjadi kelangkaan berkepanjangan, lonjakan harga yang tidak wajar, maupun dugaan penyimpangan distribusi. Wali Kota menekankan bahwa camat dan lurah harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Untuk memperkuat upaya penanganan, Bagian Ekonomi Setda Kota Bima bersama Dinas Koperindag diminta terus menjalin koordinasi dengan Pertamina dan Pemerintah Provinsi NTB guna mengupayakan penambahan kuota LPG subsidi bagi Kota Bima. Laporan perkembangan penanganan juga diminta disampaikan secara berkala sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lancar, merata, tepat sasaran, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bima.

#OB.009#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *