Era Digital Butuh Keteladanan, Doktor Kadri Soroti Peran Pemimpin dan Kreator Konten

Uncategorized95 Dilihat

KOTA BIMA – Tantangan besar yang dihadapi masyarakat di era digital tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk menyaring berbagai pengaruh negatif yang semakin masif di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Doktor Kadri dalam Diskusi Publik bertema “Menggali dan Mencari Solusi atas Isu-Isu Sosial untuk Kemajuan dan Kesejahteraan NTB” yang digagas Anggota DPRD Provinsi NTB, Abdul Rauf, ST., MM., di Tambora Homestay, Kelurahan Penaraga, Kota Bima, Sabtu malam (13/6/2026).

Dalam pemaparannya, Doktor Kadri menegaskan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, membutuhkan figur-figur teladan yang mampu memberikan pengaruh positif di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, keteladanan tidak hanya harus hadir pada pemimpin formal, tetapi juga pada berbagai figur publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial dan ruang digital.

“Kita membutuhkan figur dan pemimpin di berbagai level yang mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Di era digital saat ini, ruang interaksi telah bergeser ke media sosial. Karena itu, kita tidak boleh absen di ruang tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa media sosial telah menjadi arena utama interaksi masyarakat. Oleh sebab itu, pesan-pesan positif harus terus diperkuat untuk mengimbangi berbagai konten negatif yang juga berkembang di ruang yang sama.

Doktor Kadri menilai para kreator konten, tokoh masyarakat, pendidik, hingga pemimpin daerah memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai positif yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Selain itu, ia menekankan pentingnya literasi digital yang harus diberikan secara berkelanjutan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat luas.

“Literasi digital harus menjadi perhatian bersama. Pemimpin, pendidik, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat harus mampu membimbing generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak,” jelasnya.

Menurutnya, generasi yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan zaman serta mampu mengubah perkembangan teknologi menjadi peluang yang bernilai positif bagi kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Melalui penguatan literasi digital dan hadirnya figur-figur teladan, Doktor Kadri optimistis masyarakat NTB mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern sekaligus mendorong lahirnya generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *