KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Wali Kota Bima H. A. Rahman menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah bagi calon nasabah baru yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima, Bank NTB Syariah dan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bank NTB Syariah Muh. Nur Rahmat, perwakilan OJK Provinsi NTB Yan Anjas Pratama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, para camat, lurah, serta puluhan pelaku UMKM Kota Bima.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun antara TPKAD, Bank NTB Syariah, dan OJK NTB dalam menghadirkan edukasi keuangan syariah bagi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, aman, dan sesuai prinsip syariah, khususnya bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.
“Peningkatan literasi keuangan masyarakat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendorong pelaku UMKM agar lebih memahami pengelolaan keuangan yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota.
Ia menilai kehadiran lembaga perbankan syariah dapat menjadi solusi pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyosialisasikan program strategis Pemerintah Kota Bima, salah satunya pembangunan Kolam Retensi Taman Ria sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Kota Bima.
Program tersebut didukung melalui kerja sama pemerintah pusat dan bantuan World Bank dalam memperkuat infrastruktur pengelolaan tata air perkotaan.
Selain itu, Wali Kota Bima juga mengingatkan para lurah agar memberikan rekomendasi kepada pelaku UMKM secara objektif, transparan, dan berdasarkan kelayakan usaha, tanpa mengedepankan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Dengan demikian, program pemberdayaan dan bantuan permodalan bagi UMKM diharapkan tepat sasaran dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat.
“Saya ingin pelaku usaha Kota Bima naik kelas, bukan terjebak utang yang tidak sehat,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Ekonomi dan SDA Setda Kota Bima, Cahyadi, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah, memberikan edukasi terkait pembiayaan ultra mikro berbasis syariah, sekaligus mendorong masyarakat menghindari praktik rentenir dan pembiayaan ilegal lainnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Bima.
Di sisi lain, perwakilan Bank NTB Syariah Muh. Nur Rahmat menyampaikan bahwa kolaborasi antara Bank NTB Syariah, OJK, dan Pemerintah Kota Bima menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut masyarakat diberikan edukasi mengenai pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah, pengelolaan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah, serta solusi alternatif untuk mengurangi praktik rentenir di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM agar lebih mudah mengakses layanan permodalan dan pengembangan usaha.
#OB.008#
