MATARAM.OBORBIMA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat posisinya sebagai kawasan strategis nasional melalui penguatan kolaborasi regional Bali–Nusa Tenggara dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, hingga transisi energi berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 yang berlangsung di Semarang.
Dalam forum tersebut, Wagub NTB menegaskan bahwa kerja sama antardaerah tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus melahirkan langkah konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi pembangunan kawasan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, NTB memiliki potensi besar sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Potensi tersebut didukung oleh sektor peternakan, pertanian, hingga perikanan yang terus berkembang dan kini telah mampu melakukan ekspor langsung ke berbagai daerah maupun pasar internasional.
“Kolaborasi kawasan Bali–Nusa Tenggara harus mampu menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
Selain sektor pangan, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mendorong pengembangan energi terbarukan dan investasi strategis sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
Penguatan konektivitas antarwilayah dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi logistik, meningkatkan perdagangan, serta membuka peluang investasi baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wagub NTB berharap kolaborasi Bali–NTB–NTT dapat menjadi model kerja sama regional yang progresif, berbasis riset dan inovasi, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Forum FKD MPU Tahun 2026 sendiri menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi lintas wilayah dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk ekonomi, pangan, energi, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.
#OB.015#
