BIMA.OBORBIMA.ID – Kisah haru Indra Ardiansyah, siswa kelas 7 SMPN 3 Wera Rangga Solo, Dusun Suka Maju, Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, yang viral karena rela berjalan kaki sejauh sekitar 3 kilometer demi tetap sekolah dan membawa pulang makanan MBG untuk adik-adiknya, akhirnya mendapat perhatian banyak pihak.
Setelah kisah perjuangannya menyentuh hati masyarakat, Indra kini mendapatkan bantuan berupa satu unit sepeda dari Bank BRI Bima. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap semangat dan perjuangan Indra dalam menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Di usianya yang masih sangat muda, Indra harus menghadapi kerasnya kehidupan lebih cepat dibanding anak-anak seusianya. Setiap hari, ia berjalan kaki menuju sekolah karena tidak memiliki kendaraan.
Salah satu guru di SMPN 3 Wera Rangga Solo, Sri Nurhayati, mengatakan bahwa Indra dikenal sebagai siswa yang rajin dan hampir tidak pernah absen meski harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki.
“Dia tetap sekolah walaupun tidak punya kendaraan. Anak ini sangat rajin,” ujar Sri Nurhayati yang juga Koordinator MBG di sekolah tersebut.
Menurut Sri, para guru awalnya tidak mengetahui alasan Indra sering meminta izin membungkus makanan sisa dari siswa lain yang tidak hadir saat pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun setelah ditanya, jawaban Indra membuat para guru terharu.
“Selalu dibungkus. Saya tanya, ternyata untuk adik-adiknya di rumah,” tuturnya.
Indra diketahui tinggal bersama kakek, bibi, dan empat adiknya di Desa Sangiang. Sementara kedua orang tuanya merantau ke Dompu untuk mencari nafkah. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat makanan dari sekolah menjadi sangat berarti bagi mereka.
Kisah perjuangan Indra pun viral di media sosial dan mengundang simpati masyarakat. Banyak pihak mengapresiasi semangatnya yang tetap ingin sekolah meski hidup dalam keterbatasan.
Kini, bantuan sepeda dari Bank BRI Bima diharapkan dapat membantu mempermudah perjalanan Indra menuju sekolah sehingga ia tidak lagi harus berjalan kaki setiap hari sejauh beberapa kilometer.
Bantuan tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat terhadap anak-anak yang memiliki semangat besar untuk meraih pendidikan dan membantu keluarganya.
#OB.006#
