Pemkab Bima Gaspol Hilirisasi Unggas, Gandeng Kementan dan Danantara

BIMA.OBORBIMA.ID – Pemerintah Kabupaten Bima terus mempercepat langkah pengembangan sektor peternakan melalui program hilirisasi unggas. Upaya ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan BUMN Danantara, Sabtu (2/5), di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.

Rakor tersebut membahas rencana pembangunan kawasan peternakan unggas terintegrasi yang mencakup berbagai fasilitas strategis, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan peternak lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Hilirisasi Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI, Makmun, Wakil Bupati Bima Irfan Zubaidy, serta perwakilan berbagai instansi terkait, termasuk OPD lingkup Pemkab Bima, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Dompu, BPN, BPTU-HPT Denpasar, hingga jajaran PT Berdikari (Danantara Group).

Dalam arahannya, Wakil Bupati Bima menegaskan bahwa Kabupaten Bima memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan baru peternakan unggas di wilayah Nusa Tenggara Barat. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan lahan yang luas, produksi jagung sebagai bahan baku pakan, serta kesiapan sumber daya manusia.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN pangan, BUMD, dan pelaku usaha lokal, kita ingin membangun ekosistem usaha yang kuat dan berkelanjutan. Peternak tidak lagi berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem yang terintegrasi,” ujar Wabup.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa program hilirisasi ini akan mencakup pembangunan sejumlah infrastruktur utama. Di antaranya pabrik pakan (feed mill), pusat indukan ayam (Parent Stock/PS), kawasan budidaya ayam, serta Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

Sebagai langkah awal, tim teknis dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima bersama Tim Aset BPKAD dan Disnakertrans telah melakukan survei kelayakan terhadap sejumlah lokasi milik pemerintah daerah. Beberapa wilayah yang dinilai potensial antara lain Kecamatan Tambora, Madapangga, Bolo, Woha, dan Wera.

Hasil survei tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Bima sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan lokasi pembangunan kawasan peternakan unggas terintegrasi.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Bima berharap proses hilirisasi peternakan unggas dapat segera direalisasikan, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah sektor peternakan, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

#OB.13#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *