BIMA.OBORBIMA.ID – Sebanyak 360 siswa SMAN 1 Sape mengikuti Ujian Sekolah Kertas dan Pensil (USKP) yang berlangsung mulai 6 hingga 13 April 2026. Pelaksanaan ujian ini dilakukan secara manual tanpa menggunakan perangkat komputer.
Kepala SMAN 1 Sape, H. Irham, S.Pd., Kn., M.Pd, menjelaskan bahwa keputusan menggunakan sistem berbasis kertas dan pensil diambil karena keterbatasan sarana teknologi yang dimiliki sekolah.
“Ujian diikuti oleh 360 siswa dan dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai 13 April 2026. Untuk tahun ini, kami masih menggunakan sistem kertas dan pensil karena persediaan komputer di sekolah belum mencukupi,” ungkapnya.
Meski tidak berbasis komputer, pelaksanaan ujian tetap berjalan tertib dan lancar. Pihak sekolah telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari penggandaan soal, penataan ruang ujian, hingga penunjukan pengawas di setiap ruangan.
Suasana ujian terlihat kondusif, dengan para siswa mengikuti setiap mata pelajaran secara serius. Pengawasan dilakukan secara ketat guna memastikan tidak terjadi pelanggaran, serta menjaga integritas selama ujian berlangsung.
H. Irham juga menekankan pentingnya kejujuran dalam mengerjakan soal. Menurutnya, nilai utama dari ujian bukan hanya hasil akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
“Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter,” tambahnya.
Pelaksanaan USKP ini merupakan bagian dari evaluasi akhir yang menentukan capaian belajar siswa selama menempuh pendidikan.
Pihak sekolah berharap seluruh rangkaian ujian dapat berjalan hingga selesai tanpa kendala, serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berintegritas.
Ke depan, SMAN 1 Sape berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan, termasuk penyediaan sarana komputer, agar pelaksanaan ujian berbasis digital dapat diterapkan secara maksimal.
#OB.005#
