Walikota Bima : Rotasi dan Mutasi Upaya Optimalisasi Birokrasi Supaya Pragram BISA Di Wujudkan

KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Kamis, 6/2/26,  Pemerintah Kota Bima Menggelar kegiatan Rotasi dan Mutasi sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Bima.

Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin menjelaskan, bahwa Untuk mengoptimalkan kerja Birokrasi maka di pandang penting untuk di lakukan penyegaran Supaya Program BISA itu mampu di wujudkan.

“Demi melayani rakyat secara utuh dan menyeluruh dan Untuk mengoptimalkan kerja Birokrasi maka di pandang penting untuk di lakukan penyegaran Birokrasi supaya Program BISA itu mampu di wujudkan” ujar Aji Man sapaan akrabnya.

Kata Aji Man, Program BISA merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bima yang bertujuan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan kota yang benar-benar Bersih, Indah, Sehat, dan Asri.

Wakil Wali Kota Bima, Ferry Sofiyan, S.H., secara resmi melantik dan mengambil sumpah 120 Pejabat Pengawas dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Kegiatan tersebut berlangsung di Paruga Na’e Convention Hall, Jumat (06/02/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Ketua TP PKK Kota Bima, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bima, Dandim 1608/Bima, seluruh Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima Fery Sofiyan SH menyampaikan bahwa pelantikan serta rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari upaya penyegaran birokrasi dan peningkatan kinerja aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bima.

“Pelantikan seperti ini merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai bentuk kebutuhan organisasi. Setiap pelantikan selalu membawa dua rasa, yaitu bahagia dan bangga, namun juga ada rasa sedih dan kecewa. Hari ini Bapak dan Ibu tidak hanya menerima jabatan baru, tetapi juga menerima harapan baru dari masyarakat Kota Bima untuk dilayani dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar bekerja dengan prinsip ketegasan dan integritas, serta tidak mentolerir kinerja yang sekadar selesai tanpa kualitas.

“Kita harus terus melakukan introspeksi diri, apakah tanggung jawab yang kita emban benar-benar linear dengan pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada toleransi bagi kinerja yang asal-asalan,” ujarnya.

#OB.06#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *