KABUPATEN BIMA.OBORBIMA.ID – Layanan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Wera Kabukaten Bima untuk sementara terhenti.
Seluruh aktivitas dihentikan karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair, sehingga unit tidak lagi memiliki anggaran untuk menjalankan dapur maupun membayar pegawai. Kondisi ini menjadi sorotan karena berdampak langsung pada siswa penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut.
Sejumlah wali murid si kecamatan Wera mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan dana sudah berlangsung sejak proposal diajukan.
Selama beberapa pekan, pihak pengelola dapur MBG masih berusaha mempertahankan kegiatan dengan memanfaatkan sisa anggaran yang tersedia. Namun setelah seluruh cadangan habis, operasional tidak mungkin dilanjutkan.
“Kami orang tua murid langsung menanyakan pengelola Dapur MBG dananyanbelum cair. Selama ada sisa anggaran, gaji dan kebutuhan operasional masih berjalan. Tapi ketika anggaran habis, kegiatan otomatis berhenti,” ujar meraka Kamis, 11/12/25.
Mereka pun memastikan bahwa selama dapur masih berjalan, tidak ada keterlambatan gaji. Semua pembayaran kepada pegawai disesuaikan dengan hari kerja dan hanya dilakukan ketika ada anggaran yang mendukung.
Mereka menjelaskan, penghentian operasional ini juga berdampak pada sekolah-sekolah yang berada di bawah cakupan layanan SPPG Kecamatan Wera. Sejak dapur berhenti, sekolah tidak menerima pasokan MBG dan belum dapat dipastikan kapan layanan dapat kembali berjalan.
“Apalagi, baru berjalan 1 minggu MBG di Kecamatan Wera mewarnai hari anak anak sekolah di pelosok Wera. Bahkan angka kehadiran anak kami di sekolah meningkat. Biasanya hanya sebagian saja yg hadir, dan Alhamdulillah anak anak kami sangat bersemangat,”terangnya.
Namun, sambung mereka, tiba-tiba hari kamis ini, nasi MBG ditunggu itu tak kunjung datang di sekolah anak kami. “Apa pak presiden Prabowo tau anak-anak kami sedih dan kecewa hari ini kerena menunggu nasi MBG,”Imbuhnya.
Mereka menambahkan, bahkan hari ini ada anak kami sedih dan kecewa, karena biasanya membawa pulang untuk kami orang tua yang kurang mampu. Tiba – tiba nasi MBG tidak ada, karena anggaranya tidak ada.
“Alhamdulillah semenjak ada MBG, perbedaan yang sangat signifikan dari tingkat kerajinan anak-anak kami yang semakin meningkat dan semangat anak-anak TK dan Paud yang sangat antusias,”kesihnya.
Terkadang, ujar mereka, ada anak yang memang setiap harinya disakuni seadanya, dan bahkan tidak membawa uang saku sama sekali, karena keterbatasan ekonomi, seringkali hanya melihat temannya membeli.
“Semenjak ada MBG luar biasa sekali anak anak sangat antusias untuk menyambut MBG setiap harinya, karena memang makanan yang disajikan sangat terasa mewah dan bahkan sebagian dari anak-anak baru merasakan,”ujarnya.
Bahkan ada anak yang sengaja membungkusnya untuk makan bersama ibunya dirumah. “Kami sangat sangat bersyukur sekali dengan program MBG,”pungkasnya
Hingga berita ini di turunkan,Pengelola dapur MBG Kecamatan Wera tidak bisa di hubungi.
