KABUPATEN BIMA.OBORBIMA.ID – Tim Ekspedisi Patriot dari IPB University dan Universitas Indonesia melaksanakan kegiatan diseminasi hasil penelitian pada Senin, 1 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Kabupaten Bima.
Acara dipandu oleh Master of Ceremony, Hilmizar Wahyu. Kegiatan ini menjadi forum resmi untuk memaparkan temuan lapang, analisis strategi, serta rekomendasi kebijakan terkait pengembangan Kawasan Transmigrasi Tambora.
Asisten Bupati, Iwan Setiawan, S.E., yang mewakili Bupati Kabupaten Bima menyampaikan apresiasi pemerintah daerah atas kerja keras dan pengabdian tim selama empat bulan.
“Kami berterima kasih kepada Tim Ekspedisi Patriot IPB dan UI yang telah melakukan penelitian mendalam di Kawasan Transmigrasi Tambora. Harapan kami, hasil penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat diterapkan secara implisit untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bima, Aris Munandar menegaskan bahwa program Ekspedisi Patriot merupakan program nasional yang dirancang Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi dan permasalahan kawasan transmigrasi berbasis data ilmiah.
“Tambora membutuhkan kajian mendalam agar arah pembangunannya tepat sasaran. Saya sangat mendukung upaya tim dari IPB dan UI yang secara sukarela melakukan penelitian untuk kepentingan masyarakat. Semoga langkah ini dapat memberikan dampak positif dan nyata,” katanya.
Perwakilan Universitas Indonesia, Dr. Raisye Soleh Haghia, S.Hum., M.Hum., turut menyampaikan pandangannya. Ia menguraikan bahwa selama empat bulan observasi dan penelitian, tim UI menyusun peta potensi dan permasalahan yang dapat dijadikan rujukan strategis bagi pemerintah pusat dan daerah.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bima yang telah mendukung proses penelitian ini. Hari ini kami ingin mendengar masukan dari para pemangku kepentingan agar rekomendasi kami menjadi semakin kaya dan relevan,” jelasnya.
Ketua Tim IPB University, Muh Faturokhman, S.Pt., M.Si., menjelaskan secara rinci pendekatan penelitian terkait komoditas unggulan di Tambora, khususnya pengembangan sistem agroforestri yang mengombinasikan tanaman jagung dan jambu mete pada lahan satu hektare milik transmigran. Ia menekankan bahwa model agroforestri merupakan alternatif berkelanjutan dibanding pola monokultur jagung yang selama ini mendominasi kawasan.
“Agroforestri tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menekan dampak degradasi lingkungan. Selain itu, hilirisasi mete melalui produk olahan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” papar Faturokhman.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan teknis hasil penelitian dari kedua perguruan tinggi. Tim UI membawakan hasil Output 1 terkait evaluasi kawasan dan rekomendasi kebijakan holistik, sementara Tim IPB memaparkan Output 2 mengenai desain pengembangan komoditas unggulan spesifik lokasi.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif yang melibatkan perwakilan Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta perangkat teknis lainnya.
Berbagai masukan yang diberikan akan digunakan untuk menyempurnakan laporan akhir yang selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Transmigrasi RI.
Diseminasi ditutup dengan penyampaian simpulan, penyerahan cenderamata, serta sesi dokumentasi. Kegiatan tersebut menandai langkah penting dalam memperkuat pendekatan evidence-based policy dalam pembangunan Kawasan Transmigrasi Tambora. Dengan adanya rekomendasi ilmiah yang komprehensif, pemerintah daerah diharapkan dapat mengembangkan strategi pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
*OB.007*
