Dari Celah Batu Mengairi Kehidupan: Potret Mata Air Sori Sumba di Labuan Kananga

BIMA.OBORBIMA.ID – Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam menopang kehidupan dasar makhluk hidup. Sumber mata air dapat membantu manusia memenuhi kebutuhan sehari-hari, menunjang kegiatan pertanian, hingga menjadi pusat perkembangan budaya masyarakat.

Namun, tidak semua daerah diberkahi sumber mata air yang melimpah. Di beberapa wilayah dengan iklim yang cenderung kering, menemukan sumber mata air yang tetap mengalir sepanjang tahun merupakan sebuah anugerah yang besar.

Salah satu contoh sumber mata air yang terbilang unik ditemukan di Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Masyarakat menyebut mata air ini sebagai Sori Sumba, sebuah mata air yang mengalir keluar dari celah batuan.

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia yang terdiri dari Dr. Raisye Sholeh Haghia, M.Hum., selaku ketua tim beserta anggota tim yang terdiri dari Hilmizar Wahyu Pradana, Rara Rastri Widyakinasih, Yuliana Rahmawati, dan Maulana Malik Ibrahim bersama dengan Pak Sarjan dan Pak Rahman sebagai warga setempat menyusuri Sori Sumba pada Senin (3/11) untuk melihat kondisi mata air

Secara geologis, mata air ini dapat terbentuk akibat akumulasi air hujan yang meresap ke dalam tanah dan terkumpul di antara retakan atau lapisan batuan hingga kemudian mengalir ke permukaan.

Fenomena hidrogeologi seperti ini cukup umum ditemukan di daerah perbukitan atau pegunungan dengan struktur batuan keras seperti batuan basal dan batuan vulkanik yang cukup dominan di kawasan Gunung Tambora.

Lokasi mata air Sori Sumba terbilang tidak terlalu jauh dari pemukiman, namun medan menuju mata air tersebut cukup terjal karena hanya bisa diakses melalui jalur setapak menuju dasar jurang yang curam.

Meski tampak seperti mata air biasa, Sori Sumba memiliki keistimewaan di mana mata air ini tidak pernah kering meski musim kemarau melanda, serta airnya tidak pernah keruh meski musim hujan deras mengguyur.

“Mata air ini mau kemarau kaya apa pun gak pernah kering, kalau hujan pun gak keruh seperti di tempat lain, bahkan kalau masuk musim hujan airnya lebih banyak lagi nanti dia keluarnya,” ujar Pak Sarjan kepada Tim Ekspedisi Patriot.

Mata air Sori Sumba dimanfaatkan oleh warga Desa Labuan Kananga dan Desa Oi Bura untuk kebutuhan sehari-hari mereka, seperti mandi dan minum. Selain warga Labuan Kananga dan Oi Bura di Kecamatan Tambora, sebagian masyarakat dari kawasan Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu juga memanfaatkan mata air Sori Sumba untuk kebutuhan rumah tangga mereka.

Namun, di balik anugerah alaminya, Sori Sumba menyimpan potensi yang masih belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Meski memiliki debit air yang cukup untuk menopang kegiatan pertanian, belum ada infrastruktur irigasi yang memadai untuk menyalurkan air ke lahan-lahan masyarakat.

Akibatnya, sebagian besar petani masih mengandalkan curah hujan untuk memulai masa tanam.

Sori Sumba tidak hanya menjadi bukti kekayaan alam yang sangat berharga bagi manusia, tetapi juga menunjukkan bagaimana potensi besar sering kali tidak berarti banyak tanpa adanya dukungan yang berpihak kepada masyarakat.

Di tengah derasnya air yang terus mengalir di celah batuan, begitu pula harapan warga yang tetap mengalir menunggu waktu di mana mata air ini benar-benar memberi manfaat yang lebih luas.

Oleh: Yuliana Rahmawati – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *