FGD SP 5 Tambora, IPB University dan Warga Bahas Tantangan Serta Arah Pengembangan Komoditas Lokal

Ragam396 Dilihat

BIMA.OBORBIMA.ID – Tim Ekspedisi Patriot IPB University kembali melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pemetaan potensi komoditas unggulan pertanian di Satuan Pemukiman (SP) 5, Desa Sori Nae, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian FGD yang telah dilakukan sebelumnya di berbagai satuan pemukiman kawasan transmigrasi Tambora.

FGD yang digelar di Aula Pertemuan SP 5 ini berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga menjelang siang. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dusun Sori Nae, perwakilan petani, peternak, dan nelayan, serta Tim Ekspedisi Patriot IPB University yang berjumlah lima orang.

Tim lapangan dipimpin oleh Anisa Fitri, S.Tr.Bns selaku Koordinator Lapang bersama anggota Wilsam Akbar Rabbani, Cempaka Chandra Kirana, Adila Hafizhah Batubara.

Kepala Dusun Sori Nae, yang menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh IPB University.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik dari IPB yang telah datang untuk berdiskusi dan mendengarkan kondisi kami di lapangan. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat membantu kami dalam mengembangkan potensi pertanian yang ada di SP 5,” ujarnya.

Koordinator Lapang IPB University, Anisa Fitri menegaskan bahwa kegiatan FGD ini menjadi bagian penting dari penelitian lapang untuk menentukan arah pengembangan komoditas unggulan daerah.

“FGD ini bertujuan menggali informasi langsung dari masyarakat terkait kondisi lahan, kendala produksi, serta potensi usaha tani yang bisa dikembangkan. Hasilnya akan kami rumuskan sebagai rekomendasi kepada pemerintah pusat maupun daerah,” jelas Anisa.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta. Warga yang hadir berasal dari berbagai sektor, di antaranya petani pisang, jagung, kacang tanah, tembakau, jambu mete, serta perwakilan peternak sapi, kambing, dan nelayan.

Mereka menyampaikan sejumlah isu lapangan, seperti keterbatasan akses air untuk irigasi, minimnya sarana pertanian, dan fluktuasi harga hasil panen. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya pendampingan dalam pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Dari hasil FGD, tim IPB University mengidentifikasi bahwa komoditas unggulan potensial di SP 5 meliputi jambu mete, jagung, kacang tanah, dan pisang, dengan peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan lokal.

Rekomendasi sementara yang disusun tim antara lain meliputi peningkatan infrastruktur jalan tani, pelatihan pengolahan pascapanen, serta penguatan kelembagaan petani melalui koperasi.

*OB.008*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *