BIMA.OBORBIMA.ID – Tim Ekspedisi Patriot IPB University kembali melanjutkan kegiatan penelitian lapang di Kawasan Transmigrasi Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan kali ini berfokus pada pengambilan sampel tanah di berbagai satuan pemukiman (SP) untuk menganalisis tingkat kesuburan dan kandungan unsur hara tanah pada lahan pertanian masyarakat.
Pengambilan sampel dilakukan selama dua hari, yakni pada 10 dan 11 Oktober 2025. Pada hari pertama, tim melakukan pengambilan sampel di Desa Kawinda Toi yang mencakup SP 3, SP 4, dan SP 5.
Kegiatan ini dilakukan bersama masing-masing kepala dusun yang turut mendampingi proses di lapangan. Sementara pada hari kedua, tim melanjutkan pengambilan sampel di Desa Kawinda Nae dan Labuan Kananga (SP 6), serta di Desa Rasabou (SP 1) dan Desa Oi Panihi (SP 2).
Menurut keterangan lapangan, pengambilan sampel dilakukan pada lahan pertanian jambu mete, jagung, dan kacang tanah yang menjadi komoditas unggulan kawasan tersebut. Setiap titik sampel diambil secara sistematis untuk mewakili kondisi tanah di lahan usaha masyarakat.
“Sampel tanah ini nantinya akan dikirim ke Laboratorium Fakultas Pertanian IPB University untuk dianalisis kandungan unsur hara dan tingkat kesuburannya,” jelas koordinator lapang tim.
Sampel tanah dari seluruh lokasi dijadwalkan dikirim ke Bogor pada 12 Oktober 2025, untuk kemudian diuji di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura IPB University. Hasil analisis laboratorium diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesuburan tanah di wilayah transmigrasi Tambora.
“Data tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan jenis komoditas yang paling sesuai untuk dikembangkan di setiap lokasi.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis bagi masyarakat dan pemerintah daerah,”terangnya.
Melalui hasil analisis tanah ini, kata dia, masyarakat dapat mengetahui kebutuhan pemupukan yang tepat agar produktivitas pertanian lebih optimal. “Sementara bagi pemerintah, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lahan dan program pemberdayaan masyarakat pertanian di kawasan transmigrasi Tambora,”ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan riset berbasis data, Tim Ekspedisi Patriot IPB University terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayah timur Indonesia, khususnya melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat desa.
*OB.007*
