BIMA.OBORbima.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengantisipasi potensi penyebaran Virus Nipah, kendati kasus tersebut belum ditemukan di Indonesia.
Antisipasi tersebut mengingat kasus Virus Nipah pertama kali ditemukan di Negara sekitar, di Malaysia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Fahrurahman SE, M.Si mengatakan, antisipasi tersebut sebagai tindaklanjut pemerintah daerah terhadap Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/4022/2023 Tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah kepada Pemerintah Daerah, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan para pemangku kepentingan terkait.
Menindaklanjuti surat edaran Kemenkes tersebut, kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima membuat konsep surat edaran kepada seluruh pemangku kepentingan.
“Terbitnya surat edaran ini ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan berkaitan dengan penyebaran virus tersebut mengingat tingginya potensi kemunculan virus tersebut di Indonesia,” ungkapnya
Yang jelas, sambung mantan Kadis Kominfo ini, bahwa dikes terus melakukan sosialisasi upaya mencegah dan tata laksana kasus Virus Nipah, walaupun belum secara massif.
“Kami juga terus meningkatkan surveillance migrasi atau melacak dan mengamati para pendataan terutama dari daerah terjnagkit atau sedang mewabah kasus Nipah,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan lintas sektor berkaitan kesiapan mencegah dan menanggulangi kasus tersebut. Untuk diketahui, wabah Virus Nipah pertama kali terjadi di perternakan babi di desa dekat sungai Nipah, Malaysia tahun 1999 dan menyebar hingga ke Singapura.
“Wabah ini terjadi akibat adanya penebangan hutan secara besar-besaran yang menyebabkan banyak kelelawar berpindah mendekati area peternakan dan kemudian menularkan virus Nipah ke babi,”tandasnya.
*OB.02*
