Waspada DBD, Bupati Bima Keluarkan Instruksi

Kesehatan287 Dilihat

BIMA,OBORBIMA.ID – Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Puteri SE mengeluarkan Instruksi tentang Aksi Gerakan Masyarakat Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dalam Instruksi tersebut semua OPD, Camat, Kepala Desa segera diambil langkah-langkah antisipasi dan penanganan yang cepat, tepat dan akurat dan berkesinambungan untuk sinergitas pemerintahan kabupaten, kecamatan desa/serta melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Instruksi tersebut dengan tujuan sebagai antisipasi dan kewaspadaan dini DBD,”ungkap Kabag Humas pro Setda Kabupaten Bima Suryadin pada media ini Kamis, 2/2/23.

Pertama, kata dia, Camat diminta meningkatkan koordinasi dan komunikasi kegiatan Gerakkan Lingkungan Bersih Berbasis Masyarakat tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dengan sektor terkait diwilayah kecamatan dan desa.

Kedua, melakukan kegiatan gerakan gotong-royong kebersihan lingkungan di Kecamatan dan Desa/Kelurahan, RW dan RT untuk melakukan kegiatan 4 M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, Memantau dan Upaya pencegahan lainnya) secara insentif, dan berkesinambungan yang dilaksanakan seminggu sekali sebagai upaya untuk memutus siklus hidup nyamuk penularan DBD. Kalau nasional dikenal dengan 3M yakni mengubur menguras, menutup.

Ketiga, untuk masyarakat, segera memeriksakan diri di sarana pelayanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas Pembantu Polindes apabila merasakan gejala: demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas berlangsung terus menerus selama 2-7 hari, kepala pusing, lemah, nyeri persendian, bias disertai tanda pendarahan berupa bintik-bintik atau bercak merah dikulit, mimisan, gusi berdarah.

Keempat, membentuk 1 rumah 1 jumantik dan pro aktif terhadap upaya pencegahan penyakit DBD dengan 4M Plus (Menguras seperti menguras bak mandi, tempayean, ember, vas bunga, tempat minum burung penampungan air kulkas agar telur dan jentik aedes mati, Menutup, menutup rapat semua tempat air agar nyamuk aedses tidak dapat masuk dan bertelur, Mengubur, seperti memusnahkan semua barang bekas, yang dapat menampung air hujan seprti ban bekas, kaleng bekas, pecahan botol, plastik agar tidak menjadi sarang dan tempat bertelur nyamuk.

Selanjutnya, memantau seperti semua tempat/wadah air yang menjadi tempat nyamuk aedes berkembang dan Plus seperti jangan mengantung baju, memelihara ikan, hindari gigitan nyamuk, membubuhkan abate.

“Bupati Bima meminta masyarakat untuk menjaga prilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari lingkungan masing-masing. Dan masyarakat tetap waspada terhadap wabah DBD,”pungkasnya.

*OB.RED*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *