Tekan Angka Kebutaan, Dikes NTB dan Pemkab Bima Perkuat Program Operasi Katarak

Kesehatan34 Dilihat

BIMA, OBORBIMA.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penanggulangan katarak dan gangguan penglihatan di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam Pertemuan Lintas Sektor dan Technical Working Group (TWG) yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima serta sejumlah lembaga mitra. Kegiatan yang difasilitasi Fred Hollows Foundation (FHF) Indonesia melalui Program Comprehensive Eye Care (CCEC) NTB Tahap II periode 2026–2029 itu berlangsung Selasa (3/11/2026) di Illocake Restoran, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima.

Pertemuan tersebut membahas strategi penguatan pelayanan kesehatan mata, khususnya penanganan katarak dan berbagai gangguan penglihatan agar masyarakat Kabupaten Bima memperoleh akses pelayanan yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Hartawan, S.Sos., SKM., MM., menyampaikan bahwa pertemuan sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan kelanjutan dari komitmen program pada tahap sebelumnya.

Ia juga mengapresiasi capaian Provinsi NTB yang dinilai menjadi teladan nasional dalam pelaksanaan program operasi katarak. NTB disebut sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang telah memiliki blueprint atau cetak biru operasi katarak beserta modul khusus yang dapat diadopsi secara nasional.

“Kerja sama lintas sektor ini sangat krusial untuk mengurangi beban gangguan penglihatan di Kabupaten Bima. Melalui program CCEC Tahap II ini, kita tidak hanya memperluas akses layanan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sistem kesehatan mata yang terstandar,” ungkap Hartawan.

Menurutnya, penguatan kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah, menjaga produktivitas masyarakat, sekaligus meningkatkan deteksi dini berbagai gangguan dan komplikasi penglihatan sejak fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Sementara itu, Koordinator Program CCEC NTB, Heru, memaparkan empat komponen utama yang menjadi fokus pelaksanaan program dalam meningkatkan kualitas kesehatan mata masyarakat.

Pertama, penanggulangan katarak dan pterygium melalui kegiatan skrining serta operasi bagi kelompok lanjut usia dan masyarakat usia produktif.

Kedua, pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi siswa sekolah tingkat SD, SMP, MI, dan MTs guna mendukung kesehatan penglihatan serta meningkatkan konsentrasi dan kualitas proses belajar.

Ketiga, penguatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan klinis serta peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan mata, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Keempat, pelaksanaan uji coba skrining retinopati diabetik bagi masyarakat penderita diabetes melitus sebagai upaya mendeteksi dini komplikasi penyakit diabetes yang dapat menyebabkan gangguan hingga kehilangan penglihatan.

Heru menegaskan bahwa program CCEC memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata, sekaligus memperkuat sistem penanggulangan kebutaan yang dapat dicegah di NTB.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan cetak biru dan modul operasi katarak terstandar sebagai landasan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan mata secara berkelanjutan.

Pertemuan lintas sektor tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak dalam mendukung percepatan penanggulangan katarak dan gangguan penglihatan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga mitra, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan masyarakat Kabupaten Bima semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan mata yang inklusif, merata, dan berkualitas.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta terbebas dari risiko kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah.

#OB.008#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *