KOTA BIMA, OBOR BIMA.ID — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Minggu (1/11/2026). Bersama Camat Rasanae Barat, Idham, S.H., dan Lurah Pane, Kar’an, S.Sos., masyarakat menghidupkan kembali tradisi leluhur Mbojo Mantoi melalui kegiatan gotong royong di sekitar Jembatan Toko Bolly.
Kegiatan ini melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, anggota Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) Kelurahan Pane, pengurus RW dan RT, Bhabinkamtibmas, Ketua Karang Taruna, serta masyarakat RT 01 RW 01 Kelurahan Pane.
Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Tradisi yang diwariskan para leluhur ini kembali mendapat tempat melalui aksi nyata warga yang bahu-membahu membangun kepedulian terhadap lingkungan.
CAMAT IDHAM: GOTONG ROYONG HARUS MENJADI BUDAYA MASYARAKAT
Camat Rasanae Barat, Idham, S.H., menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Mbojo yang harus terus dilestarikan.
Menurutnya, gotong royong bukan sekadar kegiatan menyelesaikan pekerjaan bersama, melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Semangat Mbojo Mantoi yang kembali ditunjukkan warga Kelurahan Pane diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi menjadi kebiasaan positif yang terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemuda, hingga warga, merupakan modal penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan memperkuat solidaritas sosial.
Camat Idham juga berharap nilai-nilai luhur tersebut dapat diwariskan kepada generasi muda sehingga tradisi gotong royong tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
LURAH PANE BERSAMA WARGA TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN
Kegiatan gotong royong berlangsung dengan penuh semangat. Kaum bapak turun langsung ke lapangan untuk mengerjakan pekerjaan fisik, sementara ibu-ibu mengambil bagian dengan menyiapkan konsumsi bagi seluruh peserta.
Lurah Pane, Kar’an, S.Sos., bersama berbagai unsur masyarakat turut menjadi bagian dari kebersamaan tersebut. Anggota TSBK Kelurahan Pane, pengurus RT dan RW, Bhabinkamtibmas, serta Karang Taruna juga terlibat dalam kegiatan yang memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Pembagian peran tersebut memperlihatkan bahwa setiap warga memiliki kontribusi penting. Tidak hanya tenaga yang dibutuhkan, tetapi juga kepedulian, keikhlasan, dan kemauan untuk saling membantu.
Kegiatan di sekitar Jembatan Toko Bolly ini sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan warga RT 01 dan RT 02 RW 01 Kelurahan Pane.
MBOJO MANTOI, WARISAN LELUHUR YANG TAK BOLEH PUNAH
Tradisi Mbojo Mantoi mengandung nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat saling membantu yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bima.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, menghidupkan kembali tradisi tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus membangun kepedulian sosial.
Gotong royong juga menjadi pengingat bahwa kemajuan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Ketika warga bersatu dan bekerja bersama, berbagai pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih ringan. Lebih dari itu, hubungan kekeluargaan semakin kuat dan rasa memiliki terhadap lingkungan semakin tumbuh.
JADI CONTOH BAGI GENERASI BERIKUTNYA
Kebersamaan masyarakat Kelurahan Pane diharapkan menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong.
Apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada Camat Rasanae Barat Idham, S.H., Lurah Pane Kar’an, S.Sos., anggota TSBK Kelurahan Pane, pengurus RW dan RT, Bhabinkamtibmas, Ketua Karang Taruna, ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi, serta seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu dan tenaga.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kebiasaan baik yang terus berlanjut, bukan sekadar kegiatan sesaat. Generasi muda perlu melihat dan merasakan langsung bahwa gotong royong merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama.
Mbojo Mantoi bukan sekadar tradisi, melainkan simbol persatuan dan kepedulian. Dari Kelurahan Pane, semangat gotong royong kembali dihidupkan sebagai warisan leluhur yang patut dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang.
#OB.002#
